Bantuan Logistik Mulai Disalurkan Kepada Korban Bencana Angin Ribut di Sleman

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Minggu, 07 Januari 2024 21:07 WIB
Bantuan Logistik Mulai Disalurkan Kepada Korban Bencana Angin Ribut di Sleman

Suasana penyerahan bantuan kepada korban bencana angin ribut di Kapanewon Minggir pada Minggu (7/1/2024)./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN—Bantuan logistik mulai disalurkan kepada para korban musibah angin kencang di Sleman. Penyaluran bantuan dipusatkan pada korban angin ribut yang berada di Kapanewon Minggir.

Bantuan logistik diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Minggu (7/1/2024).

Bantuan diberikan kepada para korban angin ribut di Kapanewon Minggir yang terjadi pada 3-5 Januari lalu. Ada tiga lokasi korban bencana angin ribut yang ditinjau Kustini.

BACA JUGA: Waspadai Cuaca Ekstrem, Ini Prediksi Cuaca di DIY 3 Hari ke Depan

Ketiganya tersebar di Padukuhan Jonggrangan, Sendangmulyo, Padukuhan Dukuhan Sendangagung dan panti asuhan Darul Takwa di Padukuhan Dalangan Kalurahan Sendangsari

Dari bencana ini, Kustini mengajak masyarakat bersama relawan setempat, untuk bergotong royong membenahi genting, reng dan usuk yang rusak. Termasuk melakukan pendaftaran terhadap pohon rawan tumbang. Hal ini untuk mencegah terjadinya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan

"Saya minta pak Panewu dan jajarannya dapat segera mendata ulang pohon besar yang berpotensi roboh dekat rumah atau bangunan maupun dekat jaringan listrik untuk segera dilakukan mitigasi dengan penebangan cabang atau  penebangan pohon," ungkapnya.

Dalam momen tersebut Kustini juga memberikan 25 bantuan logistik kepada korban yang belum mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Sleman. Pasalnya menurut data BPBD, terdapat 125  titik lokasi pohon tumbang di Kapanewon Minggir dengan perkiraan kerugian mencapai Rp185 juta

BACA JUGA: Bantu Rumah Korban Longsor Samigaluh, Pemkab Siapkan 2 Skema Ini

Panewu Minggir, Djoko Muljanto menambahkan data asesmen kerugian dan biaya perbaikan bangunan tengah disusun dan dilengkapi di tingkat kalurahan. Nantinya data akan segera dikirim ke BPPD SLEMAN untuk diajukan bantuan ke Baznas. 

Atas kejadian ini, Djoko mengimbau kepada masyarakat untuk menginventarisir potensi bahaya pohon tumbang dan rawan tumbang. Sehingga nanti dengan kearifan lokal dapat dilakukan penanganan secara gotong royong. 

"Agar tidak menimbulkan korban dan dampak kerugian bagi masyarakat. Mana yang perlu ditebang mana yang perlu dipangkas akan kami rembug dengan masyarakat dan relawan," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online