Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi kotak suara pemilu - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kota Jogja akan melibatkan sebanyak 9.086 anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di 1.298 TPS. Untuk menjaga kondisi fisik, KPPS akan mendapat dukungan suplemen dan layanan kesehatan.
Ketua KPU Kota Jogja, Noor Harsya Aryosamodro, menjelskan pada pemilu 2019, banyak KPPS di luar Jogja yang menjadi korban jiwa. Untuk menghindari hal tersebut, pada pemilu 2024 nanti akan dimitigasi potensi masalah kesehatan pada KPPS.
Maka KPU Kota Jogja pun sejak awal sudah membuat peta kerawanan kesehatan KPPS yang kemudian diantisipasi. Partama dari sisi pendaftaran, KPPS dibatasi pada rentang usia 17-55 tahun, untuk memastikan mereka masih memiliki stamina cukup bagus.
“Kita sejak dari awal membuat peta kerawanan kesehatan KPPS. Sesuai regulasi KPU RI, kita memilih calon KPPS rentang usia 17-55 saat 14 Februari 2024. Dengan usia tersebut kemampuan staminanya masih kuat dengan tekanan pekerjaan dan situasi psikologi masa,” ujarnya, Senin (8/1/2024).
Selain itu calon KPPS dipilih yang memiliki kondisi fisik sehat, dibuktikan dengan hasil rekam medis beberapa indikator. “Darah tinggi, kolesterol dan kadar gula. Itu mitigasi awal yang kami lakukan untuk memastikan kesehatan calon KPPS,” paparnya.
Kedua, KPU Jogja juga mendapat dukungan dari Pemkot Jogja berupa suplemen, vitamin dan madu bagi para KPPS. “Kemudian kami melakukan skrining kesehatan di H-3 untuk melihat kondisi kesehatan mereka menjelang pelaksanaan,” kata dia.
Di samping itu, tenaga medis dari Pemkot Jogja juga akan stand by di masing-masing fasilitas kesehatan. “Periode puncaknya itu kan pukul 13.00 sampai 24.00. Itu masa tekanan yang paling besar. Kami minta KPPS dan tenaga kesehatan mempersiapkan diri,” ungkapnya.
Adapun masa kerja KPPS mulai dari sejak ditetapkan sebagai anggota KPPS pada 25 Januari, kemudian mengikuti sejumlah bimtek. H-3 pemungutan suara KPPS mulai menyiapkan TPS dan menyerahkan undangan pemilih. H-1 mengambil logistik dari kelurahan.
“Saat hari H pukul 06.00 mereka sudah ada di situ mempersiapkan diri. Mulai melayani jam 07.30 WIB sampai 12.30 WIB. Setelah itu ditutup, istirahat sebentar kemudian penghitungan dan rekapitulasi suara. Setelah selesai memasukkan logistik kemudian menyerahkan ke kemantren,” kata dia.
BACA JUGA: 40 Persen Anggota KPPS Kota Jogja dari Generasi Muda
Kepala Dinas kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menuturkan pihaknya telah menyiapkan suplemen sesuai jumlah KPPS di Kota Jogja. Suplemen ini terdiri dari vitamin dan madu yang diserahkan melalui KPU Kota Jogja.
Pihaknya juga memastikan layanan kesehatan selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan kesehatan petugas KPPS. “Kemudian ada dukungan tenaga medis juga di PSC 119 YES, siap 24 jam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess