Jalan ke Gua Pindul Gunungkidul Rusak Parah, Wisatawan Terancam Kabur
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Gus Miftah. /instagram
Harianjogja.com, SLEMAN—Penceramah nyentrik Miftah Maulana Habiburahman atau Gus Miftah selama ini diklaim memiliki kedekatan dengan calon presiden Prabowo Subianto.
Hal ini pun sempat ditanyakan oleh tim Bawaslu Pamekasan saat klarifikasi dugaan politik uang yang dilakukan pada 28 Desember 2023 di rumahnya di Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (8/1/2024). “Saya jelaskan, hubungan saya dengan Pak Prabowo adalah HTS alias hubungan tanpa status,” kata Gus Miftah kepada wartawan seusai klarifikasi, Senin siang.
Menurut dia, hal ini bisa dibuktikan bahwa dirinya tidak masuk dalam kemenangan, baik di tingkat nasional maupun di DIY. “Bisa dicek ke KPU. Saya tidak masuk di Tim Kemenangan Nasional [TKN] atau Tim Kemenangan Daerah [TKD],” katanya.
Meski demikian, dia tidak menampik pada saat sebelum pencalonan sempat ada surat dari Prabowo untuk silahturahmi. Di sisi lain juga sempat diminta memohonkan doa ke para kiai di sejumlah pondok pesantren. “Itu dulu sebelum pencalonan dan teman-teman wartawan tahu hal ini,” ungkapnya.
Menurut dia, pembagian uang yang dilakukan bukan bagian politik uang. Terlebih lagi, uang diberikan bukan miliknya, tapi kepunyaan Haji Her, pemilik PT Bangau Mas di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. “Logikanya kalau politik uang, pasti sembunyi-sembunyi. Tapi ini malah terbuka. Jadi, memang bukan money politic, tapi sedekah sama seperti di pondok saya,” katanya.
Meski demikian, Gus Miftah mengaku siap menerima apapun Keputusan yang diberikan oleh bawaslu berkaitan dengan dugaan pelanggaran ini. “Saya ikut dan akan mematuhinya,” kata dia.
BACA JUGA: Didatangi Bawaslu Pamekasan, Gus Miftah Dicecar 28 Pertanyaan soal Dugaan Politik Uang
Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Pamekasan melakukan klarifikasi terhadap video viral yang dilakukan Gus Miftah. Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Bawaslu Pamekasan, Supriyadi mengatakan, pemeriksaan terhadap terduga terpaksa dilakukan di rumah terduga dikarenakan kesibukan yang bersangkutan.
Menurut dia, pemeriksaan jemput bola ini juga diperbolehkan serta sudah melalui koordinasi dengan Bawaslu Jawa Timur maupun tim penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) Pamekasan. “Jadi kami tidak hadir sendiri, karena ada penyidik dari kepolisian dan jaksa yang masuk dalam sentra Gakkumdu Pamekasan,” kata Supriyadi.
Didalam klarifikasi, ia mengakui ada 28 pertanyaan yang diajukan ke ulama nyentrik ini. “Ini masalah subtansi pelanggaran sehingga belum bisa kami sampaikan. Yang jelas,ada 28 pertanyaan yang kami ajukan ke Gus Miftah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess