Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Prosesi penarikan undian berhadiah Tabungan Mutiara ke-16 Bank Sleman di Alana Yogyakarta Hotel, Selasa (9/1/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN— Bank Sleman menunjukan pertumbuhan yang positif sepanjang 2023. Selama kurun waktu ini, bank milik Pemkab Sleman berhasil membukukan laba sebesar Rp20,8 miliar.
Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit mengatakan, adanya pertumbuhan ekonomi yang baik berdampak terhadap kinerja Bank Sleman. Hal ini terlihat dari total aset yang dimiliki di akhir 2023 mencapai Rp1,028 triliun.
Jumlah mengalami pertamabahan dibandingkan dengan periode yang sama di 2022 sebesar Rp1.024 triliun. Adapun dana pihak ketiga yang terdiri dari Tabungan dan deposito dari Masyarakat terkumpul sebesar Rp700 miliar.
BACA JUGA: Bank Sleman Kini Dilengkapi Fasilitas Layanan ATM
Selain itu, juga ada penyaluran kredit ke Masyarakat sebanyak Rp727 miliar. Ia mengakui sepanjang 2023 dapat tumbuh dengan baik karena berhasil membukukan lama mencapai Rp20,8 miliar.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati, Anggota DPRD dan seluruh nasabah yang memercayai Bank Sleman sehingga dapat terus tumbuh dengan baik,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara pengundian Tabungan Mutiara ke-16 di Alana Yogyakarta Hotel, Selasa (9/1/2024).
Menurut dia, pengundian hadiah ini juga sebagai bentu terima kasih kepada seluruh nasabah di Bank Sleman. Pihaknya, juga terus berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, salah satunya akan menyediakan jaringan ATM Alto yang bisa untuk Tarik maupun setor tunai.
“Masih dalam proses pemesanan. Mudah-mudahan dengan fasilitas ini, maka tidak hanya menarik, tapi juga setor sehingga nilai transkasinya bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengucapkan selamat kepada Bank Sleman yang bisa terus tumbuh dengan baik dari tahun ke tahun. Diharapkan pertumbuhan ini bisa mendukung upaya pembangunan di Sleman, salah satunya menggerakan roda perekonomian di Masyarakat.
“Sekarang nasabah Bank Sleman tidak hanya dari Sleman, tapi juga ada yang dari luar daerah,” katanya.
BACA JUGA: Wow! Bank Sleman Raih Penghargaan BUMD Awards 2023 Kategori Besar
Kustini menjelaskan, di Sleman ada sekitar 90.000 UMKM sehingga Bank Sleman dapat mengambil peran dalam upaya pendampingan. Tujuannya agar dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dengan berbagai layanan yang dimiliki.
“Sektor UMKM ini harus dirangkul dan didampingi agar tercipta ekonomi yang baik dan upaya meningkatkan kesejahteraan dapat diwujudkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.