Viral Acungkan Celurit di Jalan Prambanan, Dua Pemuda Sleman Ditangkap
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Hujan gerimis - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendorong masyarakat untuk menabung atau memanen air hujan karena intensitas hujan sudah mulai tinggi di Kabupaten Sleman.
Air hasil tampungan dapat menjadi cadangan bila terjadi kemarau panjang seperti tahun lalu. "Kalau hujan deras nabung air, kita nabung, ini kesempatan nabung untuk digunakan musim panas 2024 biar di panennya di sana,"kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, Kamis (11/1/2024).
Lewat cara ini air hujan yang melimpah dapat dimanfaatkan. Alih-alih terbuang atau bahkan menimbulkan banjir, air hujan yang ditabung dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kala musim kemarau tiba.
Apalagi mengingat musim kemarau pada 2023 yang begitu panjang, membuat sejumlah sumur kering. Bahkan kekeringan turut melanda sejumlah lahan pertanian.
Sebagaimana yang diketahui, musim kemarau pada tahun 2023 berlangsung sangat panjang dan kering. Kala itu Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan teriknya musim kemarau tidak terlepas dari momentumnya yang berbarengan dengan El Nino. Fenomena El Nino ini kata Reni menyebabkan iklim yang lebih kering dari biasanya. Kondisi ini masih ditambah fenomena equinox yang dialami sejumlah wilayah.
BACA JUGA: Puasa di Bulan Rajab Berlangsung hingga Februari 2024, Ini Jadwalnya
Di sekitar awal Oktober, suhu udara maksimal di DIY bahkan berkisar antara 31-33 derajat celsius. Tidak adanya hujan serta tidak banyaknya awan, membuat sinar matahari masuk ke wilayah DIY tanpa penghalang. Hal ini lah yang membuat udara terasa terik.
Tak sampai di situ, dipenghujung tahun 2023 musim hujan seakan terlambat masuk di DIY. Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono menjelaskan jarangnya hujan di Desember 2023 lantaran ada gangguan siklon tropis di area utara. Tepatnya di seputaran wilayah Filipina. "[Jarang hujan] karena ada gangguan di sebelah utara yaitu adanya Siklon Tropis Jelawat," kata Warjono.
Fenomena ini membuat awan hujan yang berada di atas Jogja tertarik ke area utara. Hal ini lah yang membuat hujan jarang terjadi di Jogja pada Desember ini. "Awan awan hujan di Jogja ke tarik ke utara, ke arah siklon," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Pegadaian meraih penghargaan dari IDX Channel Anugerah ESG 2026 pada kategori Inovasi Keuangan Inklusif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai dampak El Nino semakin besar sehingga diperlukan respons dini berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor.
Menkeu Purbaya menawarkan insentif agar Toyota memindahkan basis manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia demi memperkuat industri otomotif.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mengajak puluhan anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belajar mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.