WNA Australia Dicegah ke Brisbane Usai Teridentifikasi Kasus Asusila
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Petani di Bantul digerakkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul untuk menanam bawang merah tidak serentak atau secara bergantian di semua lahan guna menjaga stabilitas harga panen di pasaran.
"Pada musim 2024 ini kita arahkan petani agar dalam nanam bawang merah itu tidak bareng, jadi di Januari ada yang tanam, kemudian Februari ada yang tanam, dan Maret ada yang tanam," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Jumat (12/1/2024).
Menurut dia, dengan sistem seperti itu maka setiap bulan akan ada tanaman bawang merah yang panen, sehingga ketersediaan panen komoditas tersebut selalu ada, namun tidak melimpah yang mengakibatkan harga rendah.
"Jadi setiap bulan ada tanaman, setiap bulan ada panenan, otomatis tidak ada gejolak, harapan kami untuk mencegah inflasi. Kalau selama ini masih bareng, sehingga kalau pas ambruk ya ambruk bareng, kalau pas jaya, jaya bareng," katanya.
BACA JUGA: Ini Lokasi dan Jam Buka Layanan Donor Darah di Jogja dan Sekitarnya
Dia mengatakan, sementara kalau tanaman bawang merah tidak bareng, atau setiap musim selalu ada tanaman dan panen, maka para petani bisa menikmati untung yang stabil, tidak terkadang harga murah, dan terkadang harga melonjak.
"Seperti kemarin saat panenan bawang merah di bulan September Agustus 2023 itu jeblok dengan harga yang sekitar Rp9.000 per kilogram, padahal modalnya sebesar Rp12.000 per kilogram, karena saat itu tanaman banyak sekali, berapa ratus hektare," katanya.
Dia mengatakan, untuk menerapkan tanaman bawang merah setiap bulan ada di Bantul, atau yang dikenal dengan di luar musim memang terdapat kendala musim, namun hal itu bisa diantisipasi dengan beberapa langkah.
"Misalnya kalau lahan pasir jelas itu pupuk pengaruh sekali terutama pupuk organik, yang kedua pengawasan penyakit harus lebih intens, terus penyiramannya dengan elektrifikasi, karena dengan elektrifikasi itu ternyata penyakit tidak gampang menyerang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.
Hyundai Ioniq V mulai Rp311 juta di Tiongkok dengan jarak tempuh hingga 650 km dan teknologi AI serta ADAS L2+.
Mantan polisi yang tinggal di Seoul ditangkap atas dugaan membunuh istrinya di Jeju saat proses perceraian berlangsung.
Rupiah menguat ke Rp17.670 per dolar AS, mengikuti ringgit dan pasar Asia setelah harga minyak turun akibat perkembangan Selat Hormuz.
Pelajar SMA/SMK di DIY didorong menjadi kader pencegah kejahatan jalanan yang dinilai dapat memicu dampak sosial dan ekonomi.
Adam Mosseri mengakui fitur Take a Break Instagram hanya dipakai 1,8 persen remaja sebelum diaktifkan otomatis pada 2024.