Bupati Gunungkidul Minta RSUD Wonosari Berikan Fasilitas untuk Tangani Caleg Stres

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 17 Januari 2024 23:07 WIB
Bupati Gunungkidul Minta RSUD Wonosari Berikan Fasilitas untuk Tangani Caleg Stres

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta agar RSUD Wonosari memberikan fasilitas untuk menampung calon legislatif yang mengalami guncangan atau gangguan jiwa paska Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

“Ada beberapa ruangan [di RSUD Wonosari] yang semua itu kami persiapkan untuk rekan kita [caleg]. Mudah-mudahan tidak ada [caleg stres]. Tapi kalau ada sudah kami siapkan. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah,” kata Sunaryanta, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA : Tak Tanggung-Tanggung, Kulonprogo Siapkan 2 RSUD untuk Tampung Caleg Stres

Sunaryanta menerangkan RSUD Wonosari juga telah menyiapkan psikolog klinis selain enam kamar tidur yang ada. Dia juga mendorong agar RSUD Wonosari dapat meningkatkan fasilitas dan pelayanan seperti pengembangan SDM, peralatan, profesionalisme dan peningkatan lainnya.

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga Dokter Spesialis Kejiwaan dan Psikologi klinis yang siap mendampingi pasien.

“Selain fasilitas kamar, kita juga sudah siap untuk Dokter yang nantinya memberikan pendampingan kepada pasien,” kata Sulistyowati.

Salah satu Dokter Spesialis Kejiwaan yang turut memberikan pendampingan yaitu Dokter Ida. Ida mengatakan pihaknya akan melakukan asesmen untuk para pasien terkait dengan kondisi kejiwaan pasien.

"Kalau cuma diberi konseling sudah cukup ya tidak perlu rawat inap, cukup diberi bimbingan sudah cukup, tetapi kalau ada kondisi yang perlu ruang tenang dan membahayakan diri si pasien ya perlu rawat inap," kata Ida.

Lebih jauh, Ida menjelaskan tingkat stres caleg akan berbeda-beda mengacu pada tujuan caleg tersebut ikut dalam kontestasi. Caleg yang memang niat untuk berlaga dalam Pileg akan memiliki tingkat stres lebih rendah daripada caleg yang terpaksa ikut.

Menurut dia, stres merupakan reaksi adaptasi atas suatu peristiwa. Apabila caleg tersebut gagal maka muncul rasa kecewa. Stres juga dapat muncul oleh faktor kepribadian atau riwayat mental. "Bisa juga dia [caleg] memiliki riwayat mental emosional dan dia ketriger akibat kegagalan,” katanya.

Pihaknya menjamin rahasia pasien yang masuk ke RSUD Wonosari. Dengan begitu, dia meminta agar kontestan Pileg tidak khawatir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online