Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kondisi tanah longsor di sekitar Pulepayung, Kapanewon Kokap yang menutup jalan menuju pintu masuk objek wisata itu, Minggu (21/1/2023). Dok Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badai Anggrek yang terjadi di Bumi Mataram beberapa hari terakhir menyebabkan tanah longsor di Kulonprogo. Tanah longsor terjadi di dua lokasi berbeda yang menyebabkan terputusnya akses jalan.
Terbaru tanah tanah longsor terjadi di objek wisata Pulepayung, Kapanewon Kokap pada Minggu (21/1/2023). Tanah longsor di Pulepayung itu menyebabkan akses jalan menuju pintu masuk di tempat wisata itu tertutup material tanah longsor yang jatuh.
Tanah longsor kedua di Bumi Binangun terjadi di Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh. Akibat tanah longsor itu jalan kabupaten di wilayah tersebut aksesnya terputus. Tak hanya berada di satu titik, tanah tanah longsor di Kebonharjo terjadi di empat titik di jalan kabupaten tersebut.
"Kejadian tanah longsor di Kebonharjo pada Jumat dini hari, ada empat titik tanah longsor di jalan kabupaten tersebut. Tanah longsor dari tebing di pinggir jalan," jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa pada Minggu siang.
Budi menjelaskan dari empat titik tanah longsor yang menutup jalan, sudah tiga titik yang dievakuasi sejak Jumat kemarin. "Tinggal satu titik lagi, kami kerahkan alat berat untuk mempercepat evakuasi di Kebonharjo agar jalan dapat kembali diakses," katanya.
BACA JUGA: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Boyolali Hujan Abu Tipis
Terputusnya jalan di Kebonharjo sejak Jumat (19/1/2023), jelas Budi, tak begitu mengganggu lantaran ada jalan alternatif lain. "Ada jalan alternatif lain sehingga tak begitu mengganggu," ungkapnya.
Sementara tanah longsor di wisata Pulepayung terjadi pada Minggu pagi ini. "Laporan masuk pada pukul 09.00 WIB, sekarang masih melakukan asesmen," jelas Budi.
Budi menerangkan area wisata Pulepayung memang memiliki tebing yang terjal dan curam. "Perbukitannya memang curam dan tinggi, tebing di sana begitu, proses evakuasi masih berjalan," katanya.
Tak ada korban jiwa dalam insiden tanah longsor di Pulepayung tersebut. "Soal dampak ke rumah yang berdekatan di lokasi tanah longsor masih kami lakukan asesmen," katanya.
Menghadapi Badai Anggrek, lanjut Budi, BPBD Kulonprogo mengimbau agar masyarakat memperhatikan lingkungan sekitarnya dan lebih berhati-hati. "Kami imbau agar pohon yang berpotensi tumbang untuk dipangkas, lalu saluran drainase di lingkungan sekitar diperhatikan jangan sampai tersumbat karena bisa menyebabkan tanah longsor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.