Dinkes Sleman Perketat Pemisahan Jeroan Kurban Cegah Kontaminasi
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul selesai menggelar event lari dengan tajuk Running Festival Gunung Ireng Geo Heritage Cross Country 2024 di Kalurahan Pengkok, Patuk, Gunungkidul pada Minggu (21/1/2024). Event yang diikuti oleh 420 peserta tersebut menjadi sarana mengenalkan pariwisata Bumi Handayani.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan embrio cross country di Gunungkidul berawal dari event yang digelar di Gunung Ireng. Ke depan, menurut dia perlu komitmen antara pemerintah dengan lembaga yang telah memiliki ikatan kerja sama untuk melanjutkan event tersebut.
“Ini bagian dari spot tourism yang kita promosikan. Ke depan saya berharap tidak hanya wilayah ini tapi juga muncul spot di wilayah lain," kata Sunaryanta.
Event tersebut pada awalnya adalah ajang lomba yang digelar Kapanewon Patuk. Tegas Sunaryanta, event itu akan disatukan dengan kegiatan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam gelaran selanjutnya.
“Nanti tingkatnya akan kami ubah menjadi nasional termasuk event Baron 10 K nanti akan kami ganti menjadi Gunungkidul 10 K," katanya.
Ketua Pelaksana Gunung Ireng Geo Heritage Cross Country 2024, Denis Dwi Kurniawan mengatakan festival tersebut mencoba menjangkau seluruh kategori peserta dari kalangan usia dan latar belakang aktivitas fisiknya.
Dengan itu maka ada 7 kategori yang diperlombakan yaitu umum individu putra, umum individu putri, pelajar individu putra, pelajar individu putri, beregu putra, beregu putri dan campuran. Dia mengaku peserta terjauh berasal dari Majalengka Jawa Barat. Pelari juga berasal dari 21 kesatuan TNI dan Polri.
“Rute Running Festival Gunung Ireng Geo Heritage Cross Country 2024 cukup variatif mulai jalur desa, jalan beraspal, dan persawahan. Melewati persawahan ini yang menjadi favorit peserta disini unsur festivalnya dapat sehingga perlombaan menjadi sangat meriah," kata Dwi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaaan Universitas Negeri Yogyakarta, Professor Siswantoyo mengatakan event lari itu digunakan untuk memperkenalkan destinasi wisata Gunung Ireng kepada masyarakat umum melalui sport tourism.
"Sebagai upaya kerja sama dalam membantu promosi. Pelaksanaan tahun depan akan dihandle langsung oleh Bupati dengan event berstandar nasional," kata Siswantoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.