73 Sekolah di Sleman Gandeng BPBD Edukasi Bencana saat MPLS
Sebanyak 73 sekolah di Sleman mengajukan edukasi mitigasi bencana kepada BPBD selama MPLS 2026. Materi disesuaikan dengan potensi bencana wilayah
Suasana peluncuran Calender of Event Kulonprogo 2024 pada Kamis (25/1/2024) di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo/Istimewa -- Pemkab Kulonprogo
Penjabat (Pj.) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan peluncuran Calender of Event Kulonprogo 2024 diharapkan dapat terus menjaga kualitasnya secara konsisten. Utamanya sebagai rujukan ragam agenda wisata bagi para pelancong yang ingin menikmati Kulonprogo.
Tidak hanya sekadar sukses diluncurkan saja, namun Made ingin bagaimana kalender ini bisa diimplementasikan sepanjang tahun nantinya.
BACA JUGA: Bela Jokowi, Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Bantah Pernyataan Mahfud
"Calender event tidak hanya sekedar sudah ada atau dikeluarkan saja dalam hal ini oleh Dinas Pariwisata, tapi bagaimana kemudian dalam implementasinya dalam pelaksanaannya betul-betul berkualitas, yang betul-betul membawa kesan yang baik dan menarik orang-orang," tegas Made pada Kamis (25/1/2024) malam di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo.
Tak hanya itu Made pun berharap Calender Event of Kulonprogo dapat disinergikan dengan kalender agenda di DIY. Sehingga nantinya kalender yang terintegrasi ini dapat mendorong peningkatan pariwisata antara satu dan lainnya.
"Mudah-mudahan kita bersama-sama bisa kemudian menerapkan ini menjadi sesuatu yang spesifik yang spesial bagi pariwisata di Kulonprogo," tandasnya.
Setidaknya sepanjang tahun 2024 ini, Dinas Pariwisata akan menggelar 20 event. Puluhan kegiatan tersebut akan tetap mengedepankan kolaborasi seni, budaya dan destinasi-destinasi wisata di Kulonprogo. Pelaksanaannya juga akan melibatkan seluruh elemen dari sektor pariwisata yang ada di Bumi Menoreh.
Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR), Bendara yang hadir dalam peluncuran tersebut mendorong adanya kolaborasi kabupaten/kota di DIY untuk menyatukan kalender agenda wisata. Menurut Gusti Bendara, kalender ini menjadi sangat penting lantaran DIY merupakan salah satu prioritas kunjungan wisata di Indonesia. Karenanya kalender ini harus diketahui masyarakat lebih luas lagi, di seluruh Indonesia bahkan sampai manca negara.
BACA JUGA: Buntut Snack Pelantikan, Dukuh dan KPPS Geruduk KPU Sleman
"Calender event ini sebenarnya kalau bisa kita satukan dari seluruh kabupaten, kota dan juga provinsi dan kita gelegarkan lagi, tentu dampaknya kepada pariwisata di DIY juga akan menggelegar," tuturnya.
Gusti Bendara berharap Calender Event of Kulonprogo ini mampu menjadi media untuk menunjukkan jati diri dari keunikan budaya Kulonprogo. Ia juga berharap masyarakat Kulonprogo agar siap untuk mendukung keberhasilan berbagai kegiatan wisata di Kabupaten Kulonprogo. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 sekolah di Sleman mengajukan edukasi mitigasi bencana kepada BPBD selama MPLS 2026. Materi disesuaikan dengan potensi bencana wilayah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Jetis di Bantul diadukan ke ORI DIY. Dikpora Bantul menyebut sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam.
Kabinet Merah Putih memaparkan 12 capaian strategis hingga Juli 2026, mulai dari ketahanan pangan, energi, BUMN, hingga pasar karbon.
KPK mengangkut dua mobil sitaan dari Pendopo Bupati Lombok Barat dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap proyek senilai Rp12,4 miliar.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.