Kadin DIY Sebut Kekuatan Ekonomi Jogja Bukan Tambang Fisik, tapi Tambang Ide
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Menghadapi long weekend libur Imlek dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 2024, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul menargetkan okupansi atau keterisian kamar hotel mencapai 70 persen.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan momen long weekend kali ini yang berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilu 2024 membuat pihaknya tidak menetapkan target okupansi hotel yang terlalu tinggi.
“Target [okupansi] kita pasti tinggi, tetapi kita realistis, apalagi ini masa kampanye dan Pemilu, ini sangat berdekatan dengan kampanye akbar pemilih presiden. Target kami tidak muluk-muluk 70 persen sudah cukup,” katanya pada Minggu (4/2/2024).
Dia menilai penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan turut berpengaruh pada tingkat okupansi hotel selama long weekend di Bantul.
“Karena ini prediksinya [okupansi hotel] mendekati Pemilu, karena kurang 1 minggu dari Pemilu jadi unpredictable,” imbuhnya.
Dia memperkirakan okupansi sebesar 70 persen tersebut dapat tercapai pada 8-11 Februari 2024. Diketahui, pada tanggal 8 Februari 2024 bertepatan dengan libur nasional Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sementara tanggal 9-10 Februari 2024 merupakan cuti bersama dan libur nasional Tahun Baru Imlek 2575.
BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata Jogja Cocok untuk Liburan Imlek 2024
Dia menuturkan dalam perayaan Imlek tahun ini, beberapa hotel akan menyelenggarakan perayaan di tempat masing-masing.
“Kalau perayaan khusus masing-masing manajemen memang membuat sendiri di hotel masing-masing hanya untuk gala dinner dengan konsep Imlek,” paparnya.
Dia menyampaikan selama libur Imlek biasanya wisatawan yang berkunjung ke Bantul berasal dari sekitar DIY dan Jawa Tengah. Sementara lantaran libur Imlek tahun ini bebarengan juga dengan libur nasional lainnya, maka diperkirakan wisatawan dari Jawa Timur dan Jawa Barat juga berkunjung ke DIY.
Sementara menurut Yohanes, saat ini okupansi hotel di Bantul pada Januari-awal Februari 2024 hanya mencapai di bawah 50 persen. Dia pun berharap momen long weekend kali ini dapat mengungkit kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.