Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Potret tersangka pemindahan isi tabung elpiji bersubsidi ke tabung gas elpiji non-subsidi. Polisi menunjukan sejumlah barang bukti praktik pemindahan isi tabung gas elpiji pada Senin (5/2/2024) di Lobi Gedung Promoter, Polda DIY. - Harian Jogja / Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY berusaha mengembangkan kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi usai penggerebekan gudang di Cangkringan, Sleman. Polisi membidik kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.
Polda DIY telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengoplosa isi tabung gas elpiji bersubsidi ke subsidi tersebut. Isi tabung gas 3 kilogram yang bersubsidi dipindahkan ke tabung ukuran 5,5 kilogram dan tabung gas ukuran 12 kilogram dengan menggunakan regulator dan selang.
BACA JUGA : Pengoplos Gas Melon Ditangkap, Pertamina Minta Masyarakat Laporkan Penyalahgunaan Elpiji
Direktur Reskrimsus Polda DIY Kombespol Idham Mahdi mengatakan berusaha untuk mengembangkan kasus pengoplosan tersebut. Karena tidak menutupkan ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
"Saat ini memang baru sebatas tiga tersangka, tetapi kami sedang dalam proses pengembangan kasus. Kami akan rilis jika ada perkembangan terbaru [keterlibatan pihak lain]," katanya, Minggu (11/2/2024).
Ketiga tersangka yang telah ditangkap Polda DIY dalam penggerebekan itu merupakan aktor yang melakukan aksi di lapangan. Mereka punya peran masing-masing dalam bisnis pemindahan tabung gas bersubsidi. Pelaku berinisial AR berperan sebagai pemodal, menyiapkan lokasi usaha dan melakukan belanja kebutuhan.
Adapun tersangka GR bertindak sebagai marketing dan sopir. Terakhir tersangka PD yang memiliki peran untuk membeli tabung-tabung gas elpiji tiga kilogram yang akan dipindahkan. "Tunggu perkembangan lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional JBT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengapresiasi atas penangkapan yang dilakukan kepolisian terkait penyalahgunaan elpiji 3 kilogram. Pengoplosan elpiji subsidi ke elpiji nonsubsidi merupakan tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat.
"Tindakan penangkapan pengoplos merupakan ranah kepolisian. Masyarakat yang mengetahui indikasi tindakan tersebut di tempat lain agar bisa melapor ke kepolisian," ucapnya.
Menurutnya sampai akhir tahun lalu, semua pangkalan elpiji 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY sudah 100% menjalankan transaksi dengan menggunakan NIK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.