Ada Beasiswa Bagi Perempuan Peneliti hingga Rp30 Juta, Ini Tujuannya
D-STAR 2026 dari Darya-Varia hadirkan beasiswa hingga Rp30 juta untuk perempuan peneliti. Dorong inovasi kesehatan dan riset berbasis AI di Indonesia.
evakuasi sampah di aliran sungai di wilayah Bantul./ ANTARA - Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dan sukarelawan kebencanaan setempat dalam penanganan sampah yang menyumbat aliran sungai di musim hujan.
Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Sabtu, mengatakan, aliran sungai yang tersumbat sampah berpotensi menimbulkan luapan hingga menggenangi permukiman maupun lahan pekarangan bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Kalau terkait dengan dampak dari hujan kita belum melakukan pemetaan misalnya ada potensi potensi khusus banjir, tapi kalau yang menjadi pengamatan kami terkait dengan sampah di sungai itu tim kita juga berkoordinasi dengan teman teman Dinas Pekerjaan Umum," katanya.
Menurut dia, persoalan sampah secara luas memang menjadi kewenangan DLH Bantul, akan tetapi apabila menyangkut infrastruktur, maka yang menjadi kewenangan teman teman dari DPUPKP Bantul dalam rangka eksekusi atau evakuasi sampah.
"Dalam rangka tindak lanjut kita juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat, karena kelurahan punya FPRB (forum pengurangan resiko bencana), misalnya mau melaksanakan kegiatan giat, tapi sejauh ini belum terpantau sungai-sungai yang mengalami penyumbatan dan berdampak banjir," katanya.
Dengan demikian, kata dia, sejauh ini pada musim hujan di Bantul masih terkendali tidak ada kejadian maupun luapan air sungai yang merendam permukiman hingga berdampak pada kerusakan sarana prasarana.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Mulai Terapkan Yustisi pada Pembuang Sampah Liar
Selain melibatkan petugas lapangan instansi terkait, pihaknya juga bekerja sama dengan forum sungai dan relawan agar bersama sama mencegah dan mengingatkan masyarakat tidak membuang sampah di sungai, karena bisa berdampak pada penyumbatan di bendung sungai.
Meski demikian, menurut dia, dalam menjaga kebersihan lingkungan sungai juga perlu ditingkatkan peran dan keterlibatan dari para pelaku usaha, masyarakat dan forum peduli sungai.
"Jadi pelaku usaha kalau membuang limbah ke sungai harus diproses, diolah terlebih dahulu, tidak langsung dibuang, harus ada proses pengolahan, kalau limbah cair harus ada IPAL (instalasi pengolahan air limbah) nya, kalau sampah ya jangan dibuang ke sungai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
D-STAR 2026 dari Darya-Varia hadirkan beasiswa hingga Rp30 juta untuk perempuan peneliti. Dorong inovasi kesehatan dan riset berbasis AI di Indonesia.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.