Kejar Target BPHTB Rp400 Miliar, Sleman Fasilitasi Sertifikasi Tanah
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Foto diambil 8 Februari 2023. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemda DIY terus melukukan pengembangan infrastruktur ke Gunungkidul melalui sejumlah akses jalur alternatif. Terbaru Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY memastikan akan membangun jalan alternatif ke Gunungkidul dari sisi utara dengan melakukan normalisasi atau mengepras tanjakan Clongop yang berada di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Kontrak pembangunan proyek ini akan dilakukan akhir bulan Maret 2024.
Kepala Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Kwaryanti Ampeyanti Putri mengatakan kontrak pembangunan akan dilakukan akhir bulan Maret 2024. Ia menargetkan penyelesaian normalisasi atau jalur alternatif ke Gunungkidul dari sisi utara tersebut pada akhir bulan Desember 2024. “Kalau proses saat ini sedang proses lelang untuk pengawasannya,” kata Ampeyanti dihubungi, Selasa (20/2/2024).
BACA JUGA : Hati-Hati Melintas! Empat Tanjakan di Gunungkidul Ini Rawan Kecelakaan
Ia menambahkan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan jalan alternatis atau normalisasi tanjakan Clongop mencapai Rp64 miliar berasal dari Dana Keistimewaan. Terkait lahan, pembebasan telah diselesai di tahun 2023. Setidaknya ada sekitar 95 bidang tanah yang dibebaskan dengan anggaran senilai Rp12 miliar.
Proyek ini bisa disebut sebagai pembangunan jalan baru dengan fokus menggunakan sebagian jalan eksisting untuk diperbaiki elevasinya. Mengingat jalan alternatif ke Gunungkidul dari sisi utara tersebut tanjakannya tergolong tinggi sehingga harus dikepras untuk dibikin landai. “Disebut pembangunan jalan baru juga bisa karena sebagian memang trase jalan baru. Tapi sebagian jalan juga masih munggunakan jalan existing,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Rakhmadian Wijayanto mengatakan pihaknya belum melakukan koordinasi terkait pengalihan arus apabila pengerjaan mulai dilakukan. Proyek tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan dari pintu masuk ke Gunungkidul dar sisi utara. Selain itu juga membuka alternatif jalan masuk ke Kabupaten Gunungkidul dari sektor utara. Keberadaan jalur alternaitf ini nantinya akan ikut mengurangi kepadatan pintu masuk pada ruas Piyungan-Patuk.
Sekdin Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji telah mendapat informasi adanya pembukaan jalan baru. Informasi yang dia dapat, pengerjaan pembukaan jalan baru tersebut dilakukan setelah bulan puasa. “Kalau rekayasa lalu lintas masih menunggu sosialisasi dari DPUP-ESDM DIY. Nanti baik dari kabupaten maupun provinsi akan sama-sama [koordinasi],” kata Bayu.
Bayu menyinggung perihal elevasi tanjakan yang cukup tinggi. Hal itu dapat meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
Pada April 2023 silam, sebuah minibus terguling di Tanjakan Clongop. Ketika itu minibus diduga mengalami rem blong pada saat menuruni Tanjakan Clongop dari arah Gedangsari menuju Klaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.