Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ilustrasi tanjakan/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Perhubungan belum lama ini memetakan jalur tanjakan rawan kecelakaan di Gunungkidul. Hasilnya ada empat tanjakan yang dinilai memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan. Pengemudi kendaraan perlu berhati-hati saat melintasi empat tanjakan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhamdian Wijayanto mengatakan, pemetaan daerah rawan dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Terlebih lagi, belum lama ini terjadi laka maut di wilayah Bantul yang mengakibatkan belasan orang menjadi korban.
Dia menjelaskan, ada sejumlah tanjakan rawan kecelakaan di Gunungkidul. Beberapa titik tersebut meliputi tanjakan Pok Cucak di Kalurahan Bedoyo, Ponjong; Tanjakan Clongop di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari. Selain itu, ada juga Tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero dan Tanjakan Sambeng di Kalurahan Sambirejo, Ngawen.
“Lokasi tanjakan mayoritas berada di sisi utara Gunungkidul,” kata Rakhmadian kepada Harianjogja.com, Rabu (16/2/2022).
BACA JUGA: Longsor, Jalan Antardesa di Gedangsari Terputus
Dia menjelaskan, dalam pemetaan ada beberapa indikator yang menjadi penentu. Salah satunya, tingkat kecuraman jalan hingga adanya kecelakaan di wilayah tersebut.
Mantan Panewu Tanjungsari ini mengungkapkan, usai pemetaan dilanjutkan untuk upaya mengurangi risiko tingkat kecelakaan di sejumlah tanjakan ini.
Sebagai contoh, untuk Pok Cucak beberapa tahun lalu sudah ada upaya normalisasi, akan tetap jalur masih rawan karena sering terjadi kecelakaan.
“Sudah kami koordinasikan dengan Pemerintah DIY agar ada langkah penanganan,” katanya.
Hal yang sama juga dilakukan di Tanjakan Clongop dan Bundelan. Pasalnya, untuk Tanjakan Clongop sudah dalam proses normalisasi dan tahun ini dilakukan pembebasan lahan. “Untuk Tanjakan Bundelan akan kami koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Permukiman selaku OPD teknis,” ungkapnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, upaya normalisasi Tanjakan Bundelan sudah dilakukan di tahun lalu. Meski demikian, hasilnya belum maksimal karena tingkat kemiringan masih belum memenuhi standar dikarenakan keterbatasan anggaran yang dimiliki. “Sudah diturunkan sekitar satu meter. Tapi, memang jalannya masih terlalu curam,” katanya.
Dia menambahkan, untuk mengurangi risiko kecelakaan juga dilakukan upaya normaliasi Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Meski demikian, program ini ditangani langsung oleh Pemerintah DIY. “Perencanaan sudah dimulai 2021 dan tahun ini akan dilakukan pembebasan lahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.