Advertisement
Overtime Cafe Kulonprogo: Ngopi dan Pickleball Hits
Kehadiran Overtime Cafe menjadi warna tersendiri bagi geliat usaha dan investasi di Kulonprogo lantaran memadukan gaya hidup dan olahraga sehingga berkunjung ke kafe tidak hanya untuk hiburan tetapi bisa hidup sehat. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tren nongkrong di Kabupaten Kulonprogo kini bertransformasi. Tak lagi sekadar duduk santai sambil menyeruput kopi, gaya hidup sehat mulai merasuk ke dunia kuliner. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Overtime Cafe, kafe di Wates yang memadukan aktivitas ngopi dengan olahraga pickleball dalam satu lokasi.
Berlokasi strategis di Jalan Tentara Pelajar, tepat di timur RSUD Wates, Overtime Cafe menghadirkan konsep berbeda dari tempat nongkrong pada umumnya. Kafe ini mencoba mematahkan stigma bahwa nongkrong identik dengan gaya hidup sedentari atau kurang gerak.
Advertisement
Daya tarik utama yang membedakan Overtime Cafe adalah fasilitas lapangan pickleball. Olahraga yang memadukan unsur tenis, badminton, dan pingpong ini tengah naik daun di Indonesia karena sifatnya yang inklusif dan mudah dipelajari.
“Kami ingin menciptakan suasana di mana orang merasa produktif sekaligus rileks,” ujar Owner Overtime Cafe, Johan Arif Budiman, kepada wartawan, Selasa (17/2/2026). Menurutnya, dengan biaya Rp50 ribu per jam, pengunjung sudah dapat menjajal lapangan pickleball. Aturannya yang sederhana menjadikan olahraga ini magnet baru lintas generasi.
BACA JUGA
Mulai dari anak muda yang berburu konten estetik hingga orang tua yang ingin menjaga kebugaran, semuanya dapat menikmati fasilitas tersebut tanpa harus berpindah tempat.
Selain pickleball, Overtime Cafe juga mengusung konsep wellness yang terbilang lengkap untuk ukuran kafe di wilayah pinggiran kota.
“Tempat kami ada area untuk yoga, ruang khusus bagi mereka yang ingin bermeditasi atau melakukan peregangan di tengah udara Kulonprogo yang segar,” lanjut Johan Arif.
Bagi pekerja yang menerapkan konsep Work From Cafe (WFC), tersedia pula ruangan berpendingin udara (AC) yang memberikan privasi dan ketenangan untuk bekerja.
Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan fasilitas photo booth untuk mengabadikan momen. Hasil foto dapat langsung dicetak di lokasi dengan harga yang terjangkau.
Meski mengusung konsep modern dan aktif, Johan memastikan menu yang ditawarkan tetap ramah di kantong. Selain ragam kopi Nusantara, tersedia pula pilihan nonkopi seperti matcha dan cokelat yang menjadi favorit bagi pengunjung yang menginginkan minuman lebih ringan.
Tin Kumalasari, pengunjung asal Purworejo, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan variasi menu yang ditawarkan. “Harganya cukup terjangkau dan pilihannya banyak, mulai dari makanan berat sampai camilan,” tuturnya.
Kehadiran Overtime Cafe di Kulonprogo menjadi penanda berkembangnya industri kreatif daerah yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga pengalaman gaya hidup sehat dan aktif. Konsep ngopi sekaligus olahraga seperti pickleball ini menunjukkan bahwa ruang publik di Wates kini semakin adaptif terhadap tren wellness yang digemari berbagai kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







