DPRD Bantul Tuntaskan 7 dari 12 Raperda Tahun Ini
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 36 rumah warga di Kabupaten Bantul tercatat rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (18/2), dan kini BPBD Bantul tengah melakukan pendataan serta mengkaji kemungkinan bantuan rehabilitasi melalui anggaran belanja tak terduga (BTT). Langkah ini ditempuh untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai tingkat kerusakan masing-masing hunian.
Selain pendataan, petugas juga masih melakukan pembersihan material sisa hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa hingga saat ini sedikitnya 36 rumah terdampak telah teridentifikasi.
"Kalau yang rumah, untuk sementara kemarin sudah ada bantuan terpal. Lalu ada bantuan logistik sederhana dan permakanan," ujarnya, Kamis (19/2).
Mujahid menjelaskan, dalam waktu dekat BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna membahas tindak lanjut rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan. Menurutnya, skema bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.
"Kalau kerusakannya sederhana kami sarankan untuk swadaya, kalau kerusakannya berat ini baru nanti akan dikoordinasikan apakah bisa menggunakan BTT atau sumber anggaran yang lain," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem Bantul pada Rabu lalu berdampak di 85 titik dengan jenis kejadian bencana yang beragam.
"Mayoritas pohon tumbang dengan dua korban luka-luka," jelasnya.
Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mereka merupakan warga Banguntapan dan Pajangan. "Yang Banguntapan itu terkena runtuhan atap rumah karena angin kencang, sementara yang di Banguntapan terkena pohon tumbang," ungkapnya.
Antoni menambahkan, hingga kini petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Ia juga memastikan bahwa status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Bantul masih berlaku sampai 24 April mendatang.
Dengan kondisi tersebut, BPBD terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, bersikap proaktif, serta mencermati kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem Bantul yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Film Laut Bercerita tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda.
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 24–27 Agustus 2026. Simak wilayah perairan yang berpotensi terdampak.
Semarak Fun Run 6K di kawasan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi bagian dari rangkaian Transmigrasi Festival 2026.
Prabowo menambah 17 pesawat water bombing, 1.500 personel, serta 200 pompa untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.