Advertisement

Lingkungan Perokok dan Alkohol Meningkatkan Potensi Sumbing pada Janin

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 18 Februari 2026 - 23:37 WIB
Sunartono
Lingkungan Perokok dan Alkohol Meningkatkan Potensi Sumbing pada Janin Rokok - Ilustrasi - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol disebut meningkatkan risiko bibir sumbing pada bayi. Yayasan Cahaya Senyum Nusantara mengingatkan, selain faktor genetik, paparan zat berbahaya selama kehamilan dapat mengganggu pembentukan organ janin dan memicu kelainan bawaan tersebut.

Tenaga Medis Yayasan Cahaya Senyum Nusantara, dr. Nurardhilah Vityadewi, menjelaskan penyebab bibir sumbing bersifat multifaktor. Konsumsi obat-obatan tertentu saat hamil, lingkungan dengan paparan asap rokok, hingga konsumsi alkohol menjadi faktor yang memperbesar potensi gangguan pembentukan bibir dan langit-langit janin.

Advertisement

Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat luas. Anak yang lahir dengan bibir sumbing kerap mengalami kesulitan mengunyah makanan, bahkan berbicara. Dampaknya tidak hanya secara fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan kehidupan sosial anak.

Secara medis, bibir sumbing atau cleft lip and/or palate merupakan kelainan bawaan akibat gagalnya proses penyatuan bibir atas, gusi, dan langit-langit mulut ketika janin berkembang dalam kandungan.

“Di beberapa lapisan masyarakat Indonesia, bibir sumbing masih kerap dianggap sebagai sebuah kutukan atau aib keluarga. Persepsi negatif ini menciptakan label bahwa anak dengan kondisi tersebut adalah sosok yang kurang cakap atau memiliki masa depan yang suram dibandingkan anak-anak lainnya,” kata Nurardhilah saat dihubungi, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, stigma tersebut berdampak langsung pada kondisi psikologis orang tua. Tidak sedikit yang menunda mencari bantuan medis karena rasa malu. Padahal, anggapan bahwa bibir sumbing tidak bisa diobati merupakan kekeliruan. Dengan penanganan tepat dan sedini mungkin, anak dengan kondisi ini berpeluang tumbuh normal serta meraih prestasi.

Karena itu, sosialisasi dan promosi kesehatan mengenai tata laksana bibir sumbing menjadi sangat penting. Informasi tentang operasi gratis yang telah banyak dilakukan dokter ahli, termasuk dokter spesialis bedah plastik, juga perlu terus disebarluaskan agar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk komitmen, Yayasan Cahaya Senyum Nusantara bekerja sama dengan SMILE Train Indonesia dan RSUD Sleman menyelenggarakan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Langit-Langit Gratis di RSUD Sleman, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti empat pasien anak dan satu pasien dewasa yang sebelumnya telah melalui proses skrining medis.

Direktur RSUD Sleman, Wisnu Murti Yani, menegaskan bahwa bibir sumbing dan celah langit-langit bukan sekadar persoalan estetika. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan fungsi makan, kemampuan berbicara, tumbuh kembang, hingga kepercayaan diri pasien.

“Kegiatan bakti sosial ini bukan hanya sekadar melakukan tindakan operasi, tetapi juga menghadirkan harapan baru. Harapan untuk senyum yang lebih percaya diri dan masa depan yang lebih baik,” ujar Wisnu.

Keterlibatan pasien dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan untuk penanganan bibir sumbing dibutuhkan oleh semua kalangan.

Seluruh tindakan operasi dilakukan oleh tim medis profesional dengan dukungan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM (FK-KMK UGM), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi antara rumah sakit pemerintah, organisasi profesi, institusi pendidikan, yayasan sosial, dan mitra internasional dalam menghadirkan layanan kesehatan inklusif dan berkualitas bagi pasien bibir sumbing di Sleman dan sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Sanae Takaichi Kembali Jadi PM Jepang, Siap Ubah Konstitusi

Sanae Takaichi Kembali Jadi PM Jepang, Siap Ubah Konstitusi

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement