Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 resmi digulirkan dengan menyasar 29 sekolah tingkat menengah atas dan kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp21.644.387.000 untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mencatat sekolah penerima program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 tersebut tersebar di empat kabupaten dan satu kota, mencakup sekolah negeri maupun swasta dengan kebutuhan perbaikan yang beragam.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menjelaskan sekolah yang menjadi sasaran terdiri atas lembaga pendidikan negeri dan swasta. “Totalnya ada 29 sekolah, dengan pagu sebesar Rp 21.644.387.000,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Di Kabupaten Bantul, daftar sekolah penerima program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 meliputi SMAN 1 Bantul, SMAN 1 Pajangan, SMAN 1 Piyungan, SMAN 1 Pleret, SMAN 1 Sanden, SMAN 2 Banguntapan, SMAN 2 Bantul, SMA Ali Maksum, SMA Muhammadiyah Bantul, SMA Muhammadiyah Imogiri, SMA Muhammadiyah Pleret, SMA Muhammadiyah Sewon, dan SMA Stece Bambangliburo.
Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul terdapat SMAN 1 Semin, SMAN 1 Playen, SMK IKIP Veteran III Tambakromo, SMA Pembangunan 3 Ponjong, serta SMA Muhammadiyah Al Mujahiddin yang masuk dalam program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026.
Untuk wilayah Kabupaten Sleman, sekolah yang memperoleh alokasi program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 adalah SMAN 1 Mlati, SMAN 1 Ngaglik, SMAN 1 Pakem, SMAN 1 Tempel, SMA Kolombo Depok, dan SMA Muh. Boarding School Sleman.
Adapun di Kota Jogja, sekolah penerima program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 terdiri atas SMAN 1 Jogja, SMAN 5 Jogja, SMAN Bopkri 2, SMA Budya Wacana, serta SMA Muhammadiyah 5 Jogja.
“Beberpa revitalisasi yang diperlukan diantaranya rehabilitasi kelas, laboratorium, toilet, ruang BK, UKS hingga perpustakaan,” katanya.
Besaran pagu anggaran pada masing-masing sekolah dalam program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 berbeda-beda, menyesuaikan dengan kebutuhan perbaikan. Nilainya berkisar mulai dari Rp200-an juta hingga lebih dari Rp1 miliar.
Alokasi terbesar tercatat berada di SMAN 5 Jogja dengan pagu Rp1.478.766.000, disusul SMA Muh. Boarding School Sleman sebesar Rp1.301.166.000.
Melalui program revitalisasi SMA/SMK DIY 2026 ini, diharapkan sekolah mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih memadai dan aman, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan optimal dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta seiring pelaksanaan pembenahan sarana di berbagai satuan pendidikan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.