PSIM Jogja Kejar Striker Asing, Negosiasi Masuk Tahap Krusial
PSIM Jogja masih memburu striker asing untuk Super League 2026/2027. Negosiasi dengan sejumlah pemain berlangsung, sementara lini depan menjadi prioritas utama.
Ilustrasi Kamera CCTV Electonic Traffic Law Enforcement (ETLE). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Penerapan tilang elektronik atau ETLE statis dalam Operasi Keselamatan Progo 2026 di wilayah Polresta Yogyakarta mencatat lonjakan signifikan. Selama dua pekan pelaksanaan, jumlah tilang ETLE Jogja meningkat 8% dengan total 964 pelanggaran terekam kamera pengawas.
Operasi Keselamatan Progo 2026 digelar sejak Senin (2/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026). Dalam periode tersebut, total pelanggaran lalu lintas yang ditindak mencapai 6.678 kasus atau naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain ETLE statis, pada 2026 juga tercatat 44 tilang manual yang sebelumnya tidak ada pada 2025.
Kasihumas Polresta Jogja, Gandung Harjunadi, menyampaikan peningkatan tilang elektronik ini menunjukkan optimalisasi pengawasan berbasis teknologi di jalan raya.
“Total pelanggaran yang ditindak meningkat 2% menjadi 6.678 kasus. Penggunaan ETLE statis naik 8% dengan total 964 tilang, dan pada 2026 juga tercatat 44 tilang manual yang sebelumnya tidak ada di 2025,” jelas Gandung saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Sasaran Operasi Keselamatan Progo 2026 meliputi berbagai potensi gangguan lalu lintas, seperti balap liar, kendaraan tidak laik jalan, hingga penggunaan atribut kendaraan yang tidak sesuai peruntukan. Di samping penegakan hukum, aparat tetap mengedepankan pendekatan preventif melalui teguran.
Data mencatat, teguran mendominasi dengan 5.669 tindakan atau naik 1% dibandingkan tahun lalu. Polresta Jogja menilai langkah persuasif tersebut tetap diperlukan untuk membangun kesadaran dan disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat.
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 juga berdampak pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Selama masa operasi, jumlah kecelakaan turun 35% dari 31 kejadian menjadi 20 kejadian.
“Terdapat penurunan yang positif pada data kecelakaan lalu lintas sebesar 35%. Korban luka ringan juga berkurang 26% menjadi 34 orang, dan tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat,” tandasnya.
Selain itu, kerugian materiil akibat kecelakaan menurun 25% menjadi Rp6,5 juta, sejalan dengan tujuan utama Operasi Keselamatan Progo 2026 dalam menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kota Jogja.
Sebelumnya, Kapolresta Jogja, Eva Guna Pandia, menyatakan Operasi Keselamatan Progo 2026 digelar untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pengamanan menjelang agenda operasi kepolisian berikutnya.
“Sasaran operasi meliputi potensi gangguan hingga gangguan nyata yang dapat menyebabkan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Target akhirnya adalah menurunnya angka kecelakaan serta meningkatnya kesadaran dan disiplin masyarakat,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja masih memburu striker asing untuk Super League 2026/2027. Negosiasi dengan sejumlah pemain berlangsung, sementara lini depan menjadi prioritas utama.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.