Indonesia Tanpa Marselino, Ragnar, dan Justin Hubner Hadapi Timor Lest
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Vaksinasi anak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 72. 322 anak di Kota Jogja yang berusia sembilan bulan hingga sebelum 15 tahun disiapkan untuk diimunisasi Japanese Encephalitis (JE). Dinas Kesehatan Kota Jogja menyebut pelaksanaan imunisasi akan dilakukan September 2024.
"Saat ini kami sudah mulai pendataan bagi sasaran imunisasi 'Japanese Encephalitis' di DIY yang ditargetkan 72.322 anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani di Balai Kota Jogja, Selasa (27/2/2024).
Emma menuturkan Kota Jogja menjadi salah satu sasaran pelaksanaan imunisasi karena dianggap sebagai wilayah endemi mengingat sebelumnya ditemukan 13 kasus infeksi JE di Provinsi Daerah Istimewa Jogja (DIY).
Kendati demikian, seluruh kasus itu dipastikan tidak berasal dari wilayah Kota Jogja. "Ada 13 kasus. Luar daerah semua, tapi di DIY," kata dia.
Pemberian vaksin JE di Kota Jogja, menurut dia, baru akan dimulai pada September 2024 menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Emma menekankan imunisasi penting dilakukan mengingat virus JE yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex Tritaeniorhynchus tersebut bisa mengakibatkan radang otak atau kecacatan. "Belum ada obatnya tapi bisa dicegah melalui imunisasi JE," kata dia.
Menurut dia, pada umumnya infeksi JE ditandai dengan demam tinggi atau muntah, demam, diare, dan kejang pada anak beberapa hari setelah mendapat gigitan nyamuk Culex.
"Untuk tanda (gejala) biasanya muncul empat sampai 14 hari setelah gigitan nyamuk," kata Emma.
Sebelumnya, Kemenkes RI melaporkan Japanese Encephalitis merupakan virus dari gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi virus JE hingga menyebabkan penyakit radang otak pada pasien yang terinfeksi.
Walaupun muncul nama Jepang dalam penamaan penyakit tersebut, faktanya virus itu tidak hanya menyerang penduduk di Jepang saja.
Data surveilans kasus JE di Indonesia pada 2016 menunjukkan ada sembilan provinsi yang melaporkan kasus JE yakni Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, DI Jogja, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.