BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul terus melakukan pendataan terhadap anak di wilayahnya yang akan menjadi sasaran imunisasi Japanese Encephalitis (JE) yang akan dimulai pada September 2024.
Untuk pendataan anak berusia sembilan bulan sampai di bawah 15 tahun yang akan mendapatkan imunisasi JE, sejauh ini diserahkan kepada masing-masing puskesmas di Bumi Projotamansari.
“Untuk jumlah anak yang akan mendapatkan imunisasi JE, saat ini sedang dalam proses pendataan oleh pihak puskesmas. Nantinya puskesmas akan menyampaikan data ke kami dan kami akan sampaikan ke Dinkes DIY,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Arianto, Rabu (28/2/2024).
BACA JUGA: Tidak Melunasi Biaya, Ratusan Calon Jemaah Haji Sleman Gagal Berangkat Tahun Ini
Oleh karena itu, Samsu mengaku belum bisa mengungkapkan berapa banyak anak yang akan menjadi sasaran imunisasi JE. Meski demikian, ia mengakui jika sasaran imunisasi JE se-DIY sekitar 844.213 anak berusia sembilan bulan sampai di bawah 15 tahun.
Terkait imunisasi JE, Samsu mengatakan jika DIY menjadi salah satu sasaran karena dianggap sebagai wilayah endemi. Dimana ada 13 kasus infeksi JE sebelumnya yang ditemukan di DIY. “Untuk Bantul, sejauh ini belum ada kasus JE,” kata Samsu.
Kasi Survailens, Imunisasi dan Penyehat Lingkungan Dinkes Bantul, Elina Chrisniati mengatakan imunisasi JE di Bantul akan dilakukan serentak dengan kabupaten lainnya di DIY, yakni di bulan September 2024.
“Untuk DIY akan digelar serentak pada September dan Oktober 2024. Dan, saat ini tahapan yang sedang kami lakukan adalah pendataan,” katanya.
Menurut Samsu, imunisasi JE penting dilakukan. Pasalnya, virus JE bisa mengakibatkan radang otak atau kecacatan. Di mana, saat ini belum ada obat untuk yang terinfeksi JE. “Untuk itu diperlukan pencegahan melalui imunisasi,” kata Samsu.
Sebelum dilakukan imunisasi JE di DIY, Pemerintah Pusat telah melaksanakan imunisasi JE ini di Provinsi Bali pada tahun 2018 dan Kalimantan Barat pada tahun 2023. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01/07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi Japanese Encephalitis, maka imunisasi JE diperluas ke DIY dan akan dilakukan pada September 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.