Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 191 calon jemaah haji asal Sleman dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci. Hal ini terjadi dikarenakan para jemaah tidak bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah hingga batas waktu yang ditentukan.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Sleman, Noor Imanah mengatakan, tahun ini Kabupaten Sleman mendapatkan kuota haji sebanyak 1.133 jemaah. Untuk bisa berangkat, para calon ini harus melunasi biaya perjalanan ibadah.
Dia menjelaskan, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jemaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jemaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya, Rabu (28/2/2024).
Menurut dia, biaya pelunasan untuk ibadah ditetapkan sampai 23 Februari 2024. Namun, tidak semua calon haji melunasi dikarenkan sampai tenggat waktu ditentukan hanya 942 orang melakukan pelunasan.
“Ada 191 orang yang tidak melunasi sehingga sesuai ketentuan maka tidak bisa diberangkatkan di tahun ini,” kata Noor.
BACA JUGA: Bukan Lagi Purnawirawan, Hari Ini Prabowo Bergelar Jenderal TNI Kehormatan Bintang Empat
Ia tidak menampik, Pemerintah Pusat masih akan membuka biaya pelunasan tahap dua, mulai 13-26 Maret 2024. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku pada calon jemaah yang gagal sistem, pendamping lansia, penggabungan mahrom dan pendamping disabilitas.
“Untuk calon dari kuota regular [yang belum melunasi] tetap tidak bisa melakukan pelunasan di tahap dua ini. sebab, kebijakan hanya untuk kelompok tertentu,” ungkapnya.
Meski ada ratusan calon yang gagal berangkat dikarenakan tidak melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan haji, namun Noor memastikan hal tersebut tidak mengurangi kuota untuk Sleman. Pasalnya, slot yang kosong akan diisi oleh calon yang masuk kategori pembayaran tahap kedua.
Berdasarkan data yang masuk, untuk calon jemaah yang masuk kuota pembayaran tahap dua ada dari kategori gagal sistem dua orang. Sedangkan untuk pendamping lansia 11 orang dan penggabungan mahrom sebanyak 50 orang.
“Total uang melunasi tahap kedua ada 63 orang. Jadi untuk menggenapi 1.133 jemaah yang berangkat tahun ini masih kurang 128 orang dan akan diambil dari calon yang masuk daftar Cadangan,” katanya.
Menurut dia, pengambilan jemaah dari daftar cadangan bukan menjadi masalah dikarenakan hingga sekarang sudah ada 250 orang masuk kategori cadangan telah melunasi biaya haji secara penuh. “Jadi yang tetap diberangkatkan ada 1.133 jemaah, sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah,” katanya.
Kepala Kemenang Sleman, Sidik Pramono berharap proses persiapan penyelenggaran ibadah haji dapat berjalan lancar. Hal ini bertujuan agar seluruh jemaah dapat berangkat sesuai dengan jadwalnya. “Mudah-mudahan semua diberikan kelancaran, kesehatan dan keselamatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada final AVC Men’s Champions League 2026 malam ini di Pontianak.
Manchester City juara Piala FA 2026 usai mengalahkan Chelsea 1-0. Pep Guardiola mencetak rekor baru dan memastikan double winner domestik.
Ramalan zodiak Minggu 17 Mei 2026 memprediksi Pisces jadi zodiak paling beruntung, sementara Aries diminta waspada soal finansial.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.