DPRD Kulonprogo Desak APBD Perubahan 2026 Segera Direalisasikan
DPRD Kulonprogo meminta APBD Perubahan 2026 segera dijalankan agar penyerapan anggaran tak menumpuk di akhir tahun.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (bukan Kementerian Haji dan Umrah, penyesuaian istilah yang berlaku di Indonesia) sudah menetapkan Embarkasi Haji Kulonprogo resmi mulai beroperasi pada 2026. Itu akan menjadi musim haji pertama yang diselenggarakan di Embarkasi Kulonprogo. Nantinya, jemaah haji dari DIY dan Karesidenan Kedu akan melalui Embarkasi Haji Kulonprogo pada tahun tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kulonprogo, Wahib Jamil, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, keputusan itu sudah resmi dan menjadi dasar penyelenggaraan Embarkasi Haji Kulonprogo pada 2026 nanti.
“Yogyakarta International Airport menjadi embarkasi haji tahun 2026 sebagai tindak lanjut akan ada kepanitiaan yang melibatkan berbagai instansi baik dari kesehatan, kepolisian, dan sebagainya,” katanya, Rabu (5/11/2025).
“Untuk jumlah jemaah haji kuotanya belum diketahui secara pasti. Yang jelas dari DIY, Magelang, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, dan Temanggung akan di sini embarkasinya,” tambahnya.
Wahib mengaku, nantinya asrama jemaah akan menggunakan hotel yang steril dari tamu umum. Untuk sementara sudah ada memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah hotel sebagai asrama haji pada 2026.
“Sudah ada MoU dengan dua hotel, yakni Hotel Ibis dan Novotel,” tuturnya.
Embarkasi Haji Kulonprogo dinilai akan mempermudah akses jemaah haji DIY dan Kedu karena tidak perlu lagi diberangkatkan melalui Surakarta.
Sementara itu, General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, mengatakan ke depan pihaknya akan intens berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Kanwil Kementerian Agama DIY, Kementerian Perhubungan, pihak perhotelan, Pemprov DIY, Pemkab Kulonprogo, serta maskapai penerbangan. Tujuannya menyusun alur operasional yang efisien dan nyaman bagi jemaah yang berangkat menuju Arab Saudi melalui Bandara YIA.
“Kami juga akan menyiapkan simulasi dan uji operasional sebelum pelaksanaan embarkasi,” ujarnya.
Namun, jadwal simulasi dan uji operasional belum dapat disampaikan saat ini. Ruly menegaskan, secara fasilitas Bandara YIA sudah sangat siap mendukung pelaksanaan haji 2026. Menurutnya, landasan pacu Bandara YIA memiliki panjang 3.250 meter.
“Landasan pacu itu mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A330 yang biasa digunakan untuk penerbangan haji,” ucapnya.
Selain itu, terminal internasional Bandara YIA dilengkapi fasilitas modern dengan kapasitas besar, area parkir pesawat luas, serta sistem keamanan dan pelayanan penumpang sesuai standar internasional.
Ruly mengklaim secara umum fasilitas Bandara YIA sudah sangat memadai untuk mendukung operasional penerbangan haji.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar seluruh kebutuhan haji dapat terpenuhi secara optimal,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo meminta APBD Perubahan 2026 segera dijalankan agar penyerapan anggaran tak menumpuk di akhir tahun.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.