Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Acara peringatan 75 tahun Serangan Umum 1 maret 1949 di Museum Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, kamis (29/2/2024).. Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB) bersama Museum Memorial Jenderal Besar Soeharto menggelar acara refleksi untuk memperingati 75 Tahun Serangan Umum 1 Maret 1949. Acara refleksi yang digelar di Museum Soeharto, Dusun Kemusuk, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupatemn Bantul, Kamis (29/2/2024) malam itu bertema ‘Janur Kuning Membongkar Kebohongan Belanda’
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, refleksi peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 tahun ini digelar sederhana dengana cara diskusi, syukuran, dan nonton film bersama tentang Janur Kuning. Janur kuning merupakan simbol pejuang khusus yang dikenakan pasukan Republik Indonesia di bagian dada sebelah kiri untuk menunjukkan pasukan yang siap mepertahankan Republik Indonesia melalui Serangan Umum 1 Maret 1949.
“Tahun ini acara upacara dan tabur bunga di Taman Makam Perjuangan Somenggalan tidak dilakukan karena sedang dipugar. Jadi kami menggelar acara sederhana dengan syukuran, refleksi tentang Janur Kuning dan nonton film Janur Kuning,"kata Sekretaris YKCB, Bakarudin dalam riarannya, Jumat (1/3/2024).
Bakharudin berharap semangat Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949 dapat terus-menerus diwariskan kepada generasi muda, sehingga mengetahui sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. "Jika SU 1 Maret 1949 gagal, tentu sejarah NKRI akan lain. Bisa jadi Indonesia ini menjadi bagian dari kerajaan Belanda sampai sekarang," tutur Bakharudin.
BACA JUGA: Menilik Serangan Umum 1 Maret dan 13 Patriot Bangsa Paling Berperan
Penulis buku Noor Johan Noeh yang hadir dalam kesempatan tersebut memaparkan tentang peran sentral Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Menurutnya, Soeharto merupakan tokoh penting dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, namun dalam Keppres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penetapan 1 Maret sebagai Hari Kedaulatan Negara justeru dihilangkan.
Padahal jika serangan umum itu gagal dilakukan maka ceritanya akan lain. “Semoga ke depan nanti sejarah dapat dicatat dengan lebih baik dan benar," tegas Noor Johan.
Hadir juga dalam kesempatan itu Kepala Museum Soeharto, Gatot Nugroho; Anggota DPRD DIY, Danang Wahyu Broto; dan Ketua Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, Hajar Pamadi; bambang Sarwono, Teguh Wahyudi, dan Rina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Marc Marquez menang MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Alex Marquez crash di lap 10. Ogura dan Fernandez di podium. Simak hasil dan analisisnya.
BTS "Swim" digugat di AS karena dituding jiplak lagu demo. BigHit Music bantah keras dan siap tempuh hukum. Musikolog Ed Sheeran jadi saksi ahli.
Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga kartu merah Beckham, saksikan duel Messi vs Bellingham
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Lagu rap Erling Haaland "Kygo Jo" jadi No.1 Spotify Norwegia usai di-remix Kygo. Simak kisah di balik lagu yang dibuat saat remaja ini.