Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
DPAD DIY dan Komisi D DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Degeneratif di Balai Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul pada Selasa (5/3/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
GUNUNGKIDUL—Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia yang ditandai dengan penurunan fungsi organ atau jaringan. Penyakit tersebut dapat diminimalkan dampaknya melalui pola hidup sehat sedari dini.
Hal ini disampaikan dalam acara bedah buku berjudul Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Degeneratif di Balai Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul, Selasa (5/3/2024).
Bedah buku tersebut menjadi salah satu rangkaian bedah buku yang telah beberapa kali digelar di Kabupaten Gunungkidul. Pemrakarsa bedah buku tersebut yaitu Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan Komisi D DPRD DIY.
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik mengatakan tema penyakit degeneratif dipilih setelah dia bertemu dan membaca data di puskesmas mengenai angka kunjungan pasien yang mana lebih banyak mengarah pada penyakit degeneratif. “Setelah ke puskesmas dan mengobrol dengan teman dokter itu, penyakit yang banyak ditangani bukan penyakit infeksius tapi degeneratif,” kata Imam ditemui di Balai Kalurahan Logandeng.
Dari situ kemudian dia mencoba berkomunikasi dengan calon peserta bedah buku mengenai tema yang akan dipilih. Menurut Imam, penyakit degeneratif selalu ada di kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh sebab itu perlu adanya edukasi mengenai serba-serbi dan pencegahan penyakit tersebut seperti jantung koroner, diabetes, sampai kolesterol.
Dokter Puskesmas Playen I, Sumitro menegaskan bahwa penyakit degeneratif merupakan penyakit yang akan muncul seiring bertambahnya usia.
Itulah sebabnya, dia mengistilahkannya dengan penyakit masa depan. Penyakit tersebut, jelasnya akan muncul di setiap orang dengan waktu yang berbedabeda.
Pemuda memiliki kemungkinan mengidap penyakit degeneratif lebih dulu dibandingkan orang tua atau lansia. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pola hidup.
Dalam buku tersebut telah diuraikan mengenai macam-macam penyakit degeneratif, cara pencegahan, sampai faktor risikonya. “Buku ini praktis. Memang di bagian awal buku lebih spesifik tapi bagian penyakit praktis banget,” kata Sumitro.
Sumitro mengaku perubahan perilaku untuk mengarah pada pola hidup sehat perlu informasi yang disampaikan terus menerus. Salah satu diseminasi informasi dapat melalui bedah buku.
Salah satu peserta bedah buku, Oktavia Ningsih, asal Kalurahan Putat mengaku kebiasaan membaca perlu ditumbuhkan sedini mungkin. Keterpaparan seseorang atas informasi dari sebuah buku dapat membuka dan memperluas wawasan.
Apabila seseorang memilik wawasan luas, persoalan yang menyangkut salah satunya adalah penyakit degeneratif dapat diatasi dengan baik. Perlu adanya pengembangan bedah buku lebih lanjut untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat. “Saya sendiri saat ini mengurus orang tua yang bolakbalik fisioterapi karena saraf kejepit. Saya memilih menanganinya ke dokter, tidak ke tukang pijat,” kata Oktavia.
BACA JUGA: BEDAH BUKU: Sembako Naik, Cermat Atur Keuangan Keluarga
Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono mengatakan guna memunculkan minat baca maka perlu upaya untuk mendorong munculnya motivasi. Motivasi akan mudah muncul apabila ada persinggungan dengan kebutuhan nyata di kehidupan sehari-hari. Ia memberi contoh umum dengan seseorang yang menempuh pendidikan akhir.
Orang tersebut, kata Budiyono, pasti akan menyusun disertasi. Dari situlah seseorang membutuhkan bahan rujukan. Bahan tersebut dapat diakses melalui tindakan membaca referensi terkait. Tidak jarang, seseorang akan keluar masuk perpustakaan mencari bahan rujukan. “Minat baca tumbuh dan berkembang karena dorongan kebutuhan,” kata Budiyono
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.