BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Dua orang pelajar sedang melintas di dekat rumah yang ada papan penunjuk nama pemilik di Padukuhan Warak, Girisekar, Panggang, Selasa (28/4/2026)./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Warga Padukuhan Warak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul memasang plakat berisi nama pemilik di setiap rumah secara swadaya. Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk memperkuat kebersamaan, tetapi juga memudahkan tamu menemukan alamat yang dituju.
Sekitar 320 kepala keluarga di wilayah tersebut kompak memasang papan penunjuk berwarna biru setinggi kurang lebih 120 sentimeter di pinggir jalan. Plakat tersebut memuat nama-nama pemilik rumah dan diarahkan langsung ke lokasi hunian masing-masing.
Dukuh Warak, Sudarisman, menjelaskan bahwa inisiatif ini mulai dijalankan sejak Agustus 2025.
“Kita ingin yang unik dan bisa memberikan kesan. Makanya disepakati memasang plakat papan nama pemilik rumah,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Program ini awalnya digagas sebagai bagian dari persiapan lomba antar-padukuhan se-Kapanewon Panggang. Hasilnya, Padukuhan Warak berhasil meraih juara pertama dalam ajang tersebut.
“Kita juara satu,” kata Sudarisman.
Meski demikian, pemasangan plakat tidak semata untuk lomba, tetapi juga menjadi simbol kekompakan warga di 13 RT. Seluruh biaya pemasangan dilakukan secara swadaya oleh masing-masing RT, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di lingkungan tersebut.
“Kalau seperti ini kelihatan kompaknya,” tambahnya.
Selain mempererat kebersamaan, keberadaan plakat juga sangat membantu masyarakat luar daerah yang hendak berkunjung. Sebab, sebelumnya, warga kerap menerima pertanyaan dari pengantar undangan atau tamu yang kesulitan mencari alamat.
“Kalau alamatnya jelas di Warak, maka bisa mencari karena di pinggir jalan sudah ada papan dengan nama pemilik rumah,” jelas Sudarisman.
Salah seorang warga, Wasgiyatno, mengaku sistem ini memudahkan siapa pun yang ingin bertamu ke rumah.
“Bisa dilihat dengan jelas. Meski tidak besar, tapi warna birunya mencolok dengan tulisan putih sehingga mudah dibaca,” katanya.
Penempatan plakat disesuaikan dengan jumlah rumah dalam satu titik. Misalnya, jika terdapat empat rumah dalam satu lokasi, maka satu papan akan memuat empat nama pemilik rumah sekaligus.
Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa solusi berbasis komunitas dapat memberikan manfaat nyata, mulai dari kemudahan navigasi hingga memperkuat solidaritas warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan