Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Dua orang pelajar sedang melintas di dekat rumah yang ada papan penunjuk nama pemilik di Padukuhan Warak, Girisekar, Panggang, Selasa (28/4/2026)./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Warga Padukuhan Warak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul memasang plakat berisi nama pemilik di setiap rumah secara swadaya. Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk memperkuat kebersamaan, tetapi juga memudahkan tamu menemukan alamat yang dituju.
Sekitar 320 kepala keluarga di wilayah tersebut kompak memasang papan penunjuk berwarna biru setinggi kurang lebih 120 sentimeter di pinggir jalan. Plakat tersebut memuat nama-nama pemilik rumah dan diarahkan langsung ke lokasi hunian masing-masing.
Dukuh Warak, Sudarisman, menjelaskan bahwa inisiatif ini mulai dijalankan sejak Agustus 2025.
“Kita ingin yang unik dan bisa memberikan kesan. Makanya disepakati memasang plakat papan nama pemilik rumah,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Program ini awalnya digagas sebagai bagian dari persiapan lomba antar-padukuhan se-Kapanewon Panggang. Hasilnya, Padukuhan Warak berhasil meraih juara pertama dalam ajang tersebut.
“Kita juara satu,” kata Sudarisman.
Meski demikian, pemasangan plakat tidak semata untuk lomba, tetapi juga menjadi simbol kekompakan warga di 13 RT. Seluruh biaya pemasangan dilakukan secara swadaya oleh masing-masing RT, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di lingkungan tersebut.
“Kalau seperti ini kelihatan kompaknya,” tambahnya.
Selain mempererat kebersamaan, keberadaan plakat juga sangat membantu masyarakat luar daerah yang hendak berkunjung. Sebab, sebelumnya, warga kerap menerima pertanyaan dari pengantar undangan atau tamu yang kesulitan mencari alamat.
“Kalau alamatnya jelas di Warak, maka bisa mencari karena di pinggir jalan sudah ada papan dengan nama pemilik rumah,” jelas Sudarisman.
Salah seorang warga, Wasgiyatno, mengaku sistem ini memudahkan siapa pun yang ingin bertamu ke rumah.
“Bisa dilihat dengan jelas. Meski tidak besar, tapi warna birunya mencolok dengan tulisan putih sehingga mudah dibaca,” katanya.
Penempatan plakat disesuaikan dengan jumlah rumah dalam satu titik. Misalnya, jika terdapat empat rumah dalam satu lokasi, maka satu papan akan memuat empat nama pemilik rumah sekaligus.
Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa solusi berbasis komunitas dapat memberikan manfaat nyata, mulai dari kemudahan navigasi hingga memperkuat solidaritas warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.