Bedah Buku HOMEPOWER, Dorong Keluarga Bangun Kedekatan di Rumah
Bedah buku HOMEPOWER di Kotabaru membahas pentingnya membangun kedekatan keluarga, budaya literasi, dan peran rumah sebagai sumber kekua
Suasana gelaran bedah buku inisiasi DPAD DIY di Sidokarto, Godean pada Selasa (5/3/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
SLEMAN—Upaya mendongkrak minat baca masyarakat terus digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.
Mengangkat tema Penyakit Degeneratif, gelaran bedah buku di Joglo Donowarih, Kalurahan Sidokarto, Kapanewon Godean, Selasa (5/3/2024), tak hanya meningkatkan daya baca masyarakat, tetapi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Agenda bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY digelar di 220 titik di DIY sepanjang 2024. Tujuannya, satu, untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan yang menjadi narasumber dalam bedah buku, menyambut baik inisiasi agenda bedah buku semacam ini.
Dengan melibatkan masyarakat untuk membedah buku bersama-sama, literasi masyarakat diharapkan dapat terkerek dan mendapatkan pengetahuan yang kredibel. "Kami terus membedah buku di tengah masyarakat agar masyarakat memiliki referensi yang cukup, literasi yang baik, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki juga meningkat," katanya, Selasa.
Tema Penyakit Degeneratif yang diusung dalam bedah buku, menurut Sofyan, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Alih-alih menyuguhkan pengetahuan yang simpang siur, agenda bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY ini berupaya menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Buku ini sangat tepat agar masyarakat punya kesehatan yang baik. Karena saat ini di DIY angka penyakit tidak menular akibat penyakit degeneratif sangat banyak," katanya.
Menurut Sofyan, kelak tidak cukup sampai di angka harapan hidup yang tinggi, namun bagaimana angka harapan hidup yang tinggi tersebut juga diiringi angka kesehatan yang tinggi. "Yang kami harapkan angka harapan hidup tinggi dalam keadaan sehat. Bukan angka harapan hidup tinggi dalam keadaan sakit," katanya.
Untuk itu, upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan taraf kesehatan salah satunya dengan edukasi lewat bedah buku. "Yang bisa diupayakan adalah bagaimana masyarakat semakin hari pola hidupnya semakin baik sehingga meskipun ada penurunan fungsi organ tubuh, tetapi kesehatan tubuh tetap terjaga," katanya.
Agenda ini, menurut Sofyan, dapat membuat literasi masyarakat meningkat, khususnya pengetahuan tentang penyakit degeneratif.
BACA JUGA: Lewat Bedah Buku, Warga Godean Sleman Diingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan
Salah satu warga peserta bedah buku, Tri Banu Ismadi mengaku senang dengan agenda bedah buku yang digelar di Sidokarto. Momen bedah buku ini menjadi pengalaman pertama bagi pria berusia 66 tahun tersebut. "Baru kali ini mengikuti acara bedah buku," katanya.
Agenda bedah buku membuat Tri mendapatkan pengetahuan tentang penyakit degeneratif. Sementara, buku yang didapatkan dalam acara ini bisa dia bawa pulang untuk menjadi pedoman di rumah. "Bagus [bedah buku], karena saya belum tahu penyakit degeneratif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku HOMEPOWER di Kotabaru membahas pentingnya membangun kedekatan keluarga, budaya literasi, dan peran rumah sebagai sumber kekua
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.