Program Kapulaga Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga di Jateng
program Kapulaga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi usaha masyarakat.
Pelaksanaan bedah buku di Joglo Pawiro Sumarto di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Jumat (1/3/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY menggelar bedah buku berjudul Sehat dan Semangat di Usia Emas, Pandukan Kesehatan dan Pola Makan di Joglo Pawiro Sumarto di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Jumat (1/3/2024). Selain untuk meningkatkan literasi, kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran tentang Kesehatan di Masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan mengatakan, bedah buku merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah DIY. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi di Masyarakat, khususnya yang bersumber dari buku.
“Tingkat literasi Masyarakat sudah baik, tapi tetap harus ditingkatkan,” kata Sofyan kepada Harianjogja.com, Jumat (3/1/2024).
Menurut dia, program bedah buku juga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi Masyarakat. Oleh karenanya, tema di setiap kegiatan berbeda-beda.
Sebagai contoh, sambung Sofyan, penyelenggaraan di Joglo Pawiro Sumarto kali ini mengambil tema tentang Sehat dan Semangat di Usia Emas, Panduan Kesehatan Nutrisi dan Pola Makan. Ia berpendapat, kebutuhan Kesehatan bagi warga yang sudah memasuki usia 50 tahun merupakan hal yang penting sehingga tetap bisa produktif dan kreatif.
BACA JUGA: Berawal dari Kasidah, Nia Kurnia Kini Sukses jadi Biduan Dangdut Lokal Jogja
“Usia semakin menua, maka potensi terserang penyakit akan semakin tinggi. Oleh karenanya, dengan bedah buku ini diharapkan warga, khususnya di Kalurahan Sidomoyo, Godean semakin sadar akan pentingnya Kesehatan,” ungkapnya.
Sofyan menambahkan umur manusia tidak ada yang tahu karena semuanya mutlak ketentuan dari Allah SWT. Namun demikian, sambung dia, manusia bisa mengusahakan Kesehatan sehingga tidak mudah sakit-sakitan.
“Di buku yang diberikan ada tips dan trik untuk menjaga Kesehatan dan ini bisa diimplementasikan oleh para peserta bedah buku,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis, Dinas Perpusatakaan dan Arsip DIY, Rakhmat Sutopo mengatakan, tahun ini ada lebih dari 200 kegiatan bedah bukun yang dijalankan. Pelaksnaaan, tersebar merata di kabupaten/kota di DIY. “Semua mendapat jatah untuk bedah buku, tapi untuk kali ini diselenggarakan di Sleman,” katanya.
Menurut Rakhmat, tujuan utama bedah buku sebagai sarana meningkatkan literasi dan pengetahuan di Masyarakat, khususnya peserta yang ikut dalam program ini. “Yang jelas temanya berganti-ganti. Kalau sekarang tetang masalah Kesehatan, tapi penyelenggaraan sebelumnya ada yang bertema wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
program Kapulaga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi usaha masyarakat.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Persib Bandung masih dibayangi rekor tanpa kemenangan di kandang Persija Jakarta sejak 1986 dalam pertandingan kompetisi resmi.
Pakar UGM menjelaskan erupsi Gunung Sinabung diduga bertipe freatik yang sulit diprediksi dan dapat terjadi tanpa tanda kegempaan signifikan.
India lolos ke perempat final AVC 2026 setelah unggul rasio poin atas Bahrain. Simak jadwal lengkap perempat final dan hasil fase grup.
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.