Sleman Jadi Piloting Perlinsos Digital, Bansos Ditarget Tepat Sasaran
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengajukan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir Mei 2024 agar pemerintah dan masyarakat lebih siap dalam upaya penanggulangan bencana pada musim hujan.
"Status siaga darurat wilayah Sleman telah berakhir pada akhir Februari. Mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi, maka kaki ajukan perpanjangan hingga akhir Mei 2024," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Rabu (6/3/2024).
Menurut dia, alasan utama dari perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi karena ada imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.
"Selain itu dengan adanya Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat, maka diharapkan nanti masyarakat dan pemerintah dapat lebih siap. Khususnya untuk menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir dan angin kencang yang disebabkan oleh anomali cuaca," katanya, Rabu.
Ia mengatakan perpanjangan status siaga darurat memang perlu dilakukan, karena saat ini intensitas curah hujan di wilayah Sleman masih cukup tinggi.
BACA JUGA: Buang Sampah di Timur Gembira Loka, Warga Ditangkap Satpol PP Bantul
"Tingginya intensitas hujan dengan durasi yang cukup lama, maka juga akan memicu potensi bencana selain bencana hidrometeorologi," katanya.
Makwan mengatakan bencana lain yang berpotensi terjadi, salah satunya banjir lahar hujan di aliran sungai berhulu Gunung Merapi yang turun ke bawah dengan radius jauh.
"Jika terjadi hujan deras terus menerus dengan durasi yang lama di puncak Gunung Merapi, maka potensi bencana seperti banjir lahar dingin juga meningkat dan mengancam masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai berhulu Merapi," katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan pihaknya sudah mengajukan perpanjangan status siaga darurat terhitung dari 1 Maret 2024 hingga 31 Mei 2024.
"Perpanjangan status siaga darurat bencana dilakukan karena potensi bencana yang masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Gedung KDMP di Jateng dipakai lomba 17-an hingga resepsi nikahan. Dinkop UKM Jateng menyebutnya bisa jadi sumber pendapatan koperasi.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan.
Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026. PDIP menyebut Megawati memiliki kegiatan lain pada Jumat (14/8/2026).
Hujan ekstrem di Chiba, Jepang, memicu banjir dan peringatan Level 5. Tiga orang tewas dan lebih dari 400.000 warga dievakuasi.
Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman sekaligus bimbingan teknis agar mampu membangun sistem pengelolaan keuangan