Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Ni Made juga percaya bahwa ajang ini dapat ikut serta menopang perkembangan pariwisata Kulonprogo dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo menggelar Festival Buah Kulonprogo, Sabtu (9/3/2024) lalu. Festival tersebut dinilai dapat menopang perkembangan wisata di kabupaten setempat.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Sriwijayanti mengatakan Kapanewon Kokap dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Buah Kulonprogo Tahun 2024 karena potensi produksi buah lokal Kokap terutama buah unggulan yaitu durian, manggis dan alpukat cukup besar.
"Ini merupakan kali pertama festival buah dilaksanakan di Kapanewon Kokap, beberapa waktu lalu sudah dilaksanakan di Kawasan Embung Tonegoro. Rencananya penghujung tahun kita laksanakan lagi festival buah di kawasan Embung Tonegoro," kata Sriwijayanti.
Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pengembangan pertanian di Kulonprogo memang diarahkan menjadi kawasan Agro eduwisata dengan pola pengembangan yang selaras dengan program yang telah dicanangkan yaitu Nusabrata dengan dukungan berbagai organisasi perangkat daerah.
Sektor pertanian merupakan sektor andalan. Dapat diambil contoh saat masa pandemi 2020, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo mencapai minus 4 persen, tetapi sektor pertanian justru mampu tumbuh sebesar 0,6 persen. Sektor pertanian inilah penyumbang terbesar PDRB 2020 yaitu sebesar 14,56 persen.
Ni Made meyakini bahwa sektor pertanian khususnya buah-buahan di Kulonprogo dapat dikembangkan lebih jauh lagi tidak hanya sebagai konsumsi lokal tetapi dapat menyuplai kebutuhan buah-buahan hingga kancah internasional.
"Yang terpenting itu adalah promosi. Promosi itu harus dikencangkan supaya orang tahu bahwa Kulon Progo itu tidak cuman 'geblek' dan durian. Jadi masih punya varietas-varietas lain yaitu buah-buahan yang cukup bisa diandalkan," tutur Ni Made.
Ni Made juga percaya bahwa ajang ini dapat ikut serta menopang perkembangan pariwisata Kulonprogo dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kita harus berinovasi di sektor pertanian karena menjadi ujung tombak ketahanan pangan," katanya.
Pada Festival Buah Kulonprogo 2024 terdapat penampilan musik Campursari Rock end Dut Maestro Jagad Nusantara, penampilan tari tradisional, sesi makan buah gratis untuk pengunjung, serta bazar buah yang diikuti oleh 10 kelompok wanita tani (KWT) dan 10 pelaku usaha buah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.