Kemarau, DLH Sleman Waspadai Kebakaran di TPST dan Transfer Depo
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Ilustrasi difabel/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo segera mendirikan layanan informasi ramah disabilitas bernama laku wirasa. Layanan ini berkaitan dengan pembangunan tourism information center (ITIC).
Baca Juga: Bakal Dirikan Layanan Ramah Disabilitas, Dinpar Kulonprogo Sediakan Fasilitas Virtual Reality
Laku wirasa merupakan pemendekan dari layanan Kulonprogo ramah disabilitas. Program tersebut merupakan inovasi jangka pendek dan menengah sebelum menuju rehabilitasi infrastruktur fisik pariwisata di Kulonprogo.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan layanan informasi ramah disabilitas tersebut akan berkaitan juga dengan Inclusive Tourism Information Center (ITIC) yang akan dibangun Dispar Kulonprogo. Kata Joko pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Bank BPD untuk membangun ITIC. Di ITIC tersebut akan disediakan juga layanan informasi menggunakan huruf braille.
“Di dalam ITIC nanti ada VR, braille, audio visual yang dapat dinikmati siapapun. Kalau memang tidak dapat menjangkau lokasi maka dapat melalui layanan itu. Kami bangun ukuran 5 X 4 meter. Gambarannya seperti diorama lah. ITIC kami rilis akhir Oktober 2023,” lanjutnya, Rabu (20/9/2023).
Lebih jauh, Joko menerangkan program laku wirasa disimbolkan dengan trisula. Trisula mencerminkan tiga kekuatan pariwisata yaitu sambang gisik, sambang gawe, dan sambang gunung. Sambang gisik yaitu menengok destinasi wisata di wilayah sepanjang pantai; lalu sambang gawe yaitu menengok ke industri kreatif, usaha jasa pariwisata dan ekonomi kreatif; kemudian sambang gunung yaitu menengok destinasi wisata di wilayah perbukitan dan pegunungan.
“Kami juga sudah menggandeng sekolah-sekolah yang basisnya disabilitas. Begitupun dengan NPC [National Paralympic Committee] Kulonprogo,” jelasnya.
Baca Juga: Pengembangan Wisata Kulonprogo Harus Memperhatikan Kelestarian Lingkungan
Disinggung mengenai prospek pasar yang pariwisata inklusif atau ramah disabilitas, Joko mengaku tidak akan memikirkan hal tersebut terlalu jauh sementara ini. Pasalnya, Dispar Kulonprogo sedang berupaya membangun citra pariwisata inklusif yang dapat mengakomodasi penyandang disabilitas tanpa memperhitungkan untung-rugi.
“Sebelum kami menuju pada pembangunan infrastruktur ramah disabilitas di semua destinasi atau desa wisata, kami kan harus membuat layanan informasi dulu untuk mereka. Biaya pembangunan juga besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto, mengatakan Dispar Kulonprogo pernah datang ke NPC Kulonprogo untuk mengajak membangun pariwisata ramah disabilitas.
“Pak Joko Mursito dulu pernah datang ke sekretariat bertemu teman-teman disabilitas. Dispar mengajak teman-teman yang arahnya pada pariwisata ramah disabilitas. Kalau saat ini kan pariwisata masih ada yang belum bisa diakses disabilitas,” kata Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.