4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Ilustrasi difabel/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo segera mendirikan layanan informasi ramah disabilitas bernama laku wirasa. Layanan ini berkaitan dengan pembangunan tourism information center (ITIC).
Baca Juga: Bakal Dirikan Layanan Ramah Disabilitas, Dinpar Kulonprogo Sediakan Fasilitas Virtual Reality
Laku wirasa merupakan pemendekan dari layanan Kulonprogo ramah disabilitas. Program tersebut merupakan inovasi jangka pendek dan menengah sebelum menuju rehabilitasi infrastruktur fisik pariwisata di Kulonprogo.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan layanan informasi ramah disabilitas tersebut akan berkaitan juga dengan Inclusive Tourism Information Center (ITIC) yang akan dibangun Dispar Kulonprogo. Kata Joko pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Bank BPD untuk membangun ITIC. Di ITIC tersebut akan disediakan juga layanan informasi menggunakan huruf braille.
“Di dalam ITIC nanti ada VR, braille, audio visual yang dapat dinikmati siapapun. Kalau memang tidak dapat menjangkau lokasi maka dapat melalui layanan itu. Kami bangun ukuran 5 X 4 meter. Gambarannya seperti diorama lah. ITIC kami rilis akhir Oktober 2023,” lanjutnya, Rabu (20/9/2023).
Lebih jauh, Joko menerangkan program laku wirasa disimbolkan dengan trisula. Trisula mencerminkan tiga kekuatan pariwisata yaitu sambang gisik, sambang gawe, dan sambang gunung. Sambang gisik yaitu menengok destinasi wisata di wilayah sepanjang pantai; lalu sambang gawe yaitu menengok ke industri kreatif, usaha jasa pariwisata dan ekonomi kreatif; kemudian sambang gunung yaitu menengok destinasi wisata di wilayah perbukitan dan pegunungan.
“Kami juga sudah menggandeng sekolah-sekolah yang basisnya disabilitas. Begitupun dengan NPC [National Paralympic Committee] Kulonprogo,” jelasnya.
Baca Juga: Pengembangan Wisata Kulonprogo Harus Memperhatikan Kelestarian Lingkungan
Disinggung mengenai prospek pasar yang pariwisata inklusif atau ramah disabilitas, Joko mengaku tidak akan memikirkan hal tersebut terlalu jauh sementara ini. Pasalnya, Dispar Kulonprogo sedang berupaya membangun citra pariwisata inklusif yang dapat mengakomodasi penyandang disabilitas tanpa memperhitungkan untung-rugi.
“Sebelum kami menuju pada pembangunan infrastruktur ramah disabilitas di semua destinasi atau desa wisata, kami kan harus membuat layanan informasi dulu untuk mereka. Biaya pembangunan juga besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto, mengatakan Dispar Kulonprogo pernah datang ke NPC Kulonprogo untuk mengajak membangun pariwisata ramah disabilitas.
“Pak Joko Mursito dulu pernah datang ke sekretariat bertemu teman-teman disabilitas. Dispar mengajak teman-teman yang arahnya pada pariwisata ramah disabilitas. Kalau saat ini kan pariwisata masih ada yang belum bisa diakses disabilitas,” kata Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny