Ribuan Pelajar Sleman Alami Hipertensi, Gaya Hidup Jadi Sorotan
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Ilustrasi difabel/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo segera mendirikan layanan informasi ramah disabilitas bernama laku wirasa. Layanan ini berkaitan dengan pembangunan tourism information center (ITIC).
Baca Juga: Bakal Dirikan Layanan Ramah Disabilitas, Dinpar Kulonprogo Sediakan Fasilitas Virtual Reality
Laku wirasa merupakan pemendekan dari layanan Kulonprogo ramah disabilitas. Program tersebut merupakan inovasi jangka pendek dan menengah sebelum menuju rehabilitasi infrastruktur fisik pariwisata di Kulonprogo.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan layanan informasi ramah disabilitas tersebut akan berkaitan juga dengan Inclusive Tourism Information Center (ITIC) yang akan dibangun Dispar Kulonprogo. Kata Joko pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Bank BPD untuk membangun ITIC. Di ITIC tersebut akan disediakan juga layanan informasi menggunakan huruf braille.
“Di dalam ITIC nanti ada VR, braille, audio visual yang dapat dinikmati siapapun. Kalau memang tidak dapat menjangkau lokasi maka dapat melalui layanan itu. Kami bangun ukuran 5 X 4 meter. Gambarannya seperti diorama lah. ITIC kami rilis akhir Oktober 2023,” lanjutnya, Rabu (20/9/2023).
Lebih jauh, Joko menerangkan program laku wirasa disimbolkan dengan trisula. Trisula mencerminkan tiga kekuatan pariwisata yaitu sambang gisik, sambang gawe, dan sambang gunung. Sambang gisik yaitu menengok destinasi wisata di wilayah sepanjang pantai; lalu sambang gawe yaitu menengok ke industri kreatif, usaha jasa pariwisata dan ekonomi kreatif; kemudian sambang gunung yaitu menengok destinasi wisata di wilayah perbukitan dan pegunungan.
“Kami juga sudah menggandeng sekolah-sekolah yang basisnya disabilitas. Begitupun dengan NPC [National Paralympic Committee] Kulonprogo,” jelasnya.
Baca Juga: Pengembangan Wisata Kulonprogo Harus Memperhatikan Kelestarian Lingkungan
Disinggung mengenai prospek pasar yang pariwisata inklusif atau ramah disabilitas, Joko mengaku tidak akan memikirkan hal tersebut terlalu jauh sementara ini. Pasalnya, Dispar Kulonprogo sedang berupaya membangun citra pariwisata inklusif yang dapat mengakomodasi penyandang disabilitas tanpa memperhitungkan untung-rugi.
“Sebelum kami menuju pada pembangunan infrastruktur ramah disabilitas di semua destinasi atau desa wisata, kami kan harus membuat layanan informasi dulu untuk mereka. Biaya pembangunan juga besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto, mengatakan Dispar Kulonprogo pernah datang ke NPC Kulonprogo untuk mengajak membangun pariwisata ramah disabilitas.
“Pak Joko Mursito dulu pernah datang ke sekretariat bertemu teman-teman disabilitas. Dispar mengajak teman-teman yang arahnya pada pariwisata ramah disabilitas. Kalau saat ini kan pariwisata masih ada yang belum bisa diakses disabilitas,” kata Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.