Proyek Rp20 Miliar di Modalan Dikebut untuk Kurangi Penumpukan Sampah
TPST Modalan Bantul segera ditingkatkan melalui proyek hampir Rp20 miliar. Kapasitas pengolahan sampah ditargetkan naik menjadi 60 ton per hari.
Gedung DPRD Bantul./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul menanggapi keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “nuthuk” atau penetapan harga tidak wajar di kawasan wisata Pantai Depok dan Pantai Parangtritis.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto, menegaskan pihaknya sejak lama telah mengingatkan pelaku usaha pariwisata agar tidak memanfaatkan momen libur untuk meraup keuntungan berlebihan.
"Pelaku pegiat pariwisata dan UMKM di Bantul sudah kami imbau untuk jangan memanfaatkan momen seperti ini demi mendapatkan keuntungan yang lebih atau nuthuk gitu ya," katanya, Jumat (27/3).
Ia menekankan, praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan wisatawan dan berdampak jangka panjang terhadap sektor pariwisata Bantul.
Menurutnya, komunitas pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga etika berjualan dengan saling mengingatkan agar tetap menetapkan harga yang wajar kepada pengunjung.
Perlu Pembinaan dan Pengawasan
Arif berharap adanya pembinaan berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Bantul untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Mudah-mudahan nanti ada juga proses pembinaan yang dilakukan oleh teman-teman dari Dinas Pariwisata Bantul. Semoga teman-teman dinas sering memberikan motivasi ke pelaku wisata agar mereka tidak membuat kekecewaan terhadap pengunjung," jelasnya.
Ia menilai momentum libur panjang seperti Lebaran seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang promosi positif bagi pariwisata Bantul, bukan justru menimbulkan keluhan dari wisatawan.
Pelayanan yang baik dan harga yang transparan diyakini dapat mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata di Bantul.
"Tentu yang kasus nuthuk ini harus diselesaikan. Karena itu bagian dari yang membuat citra Bantul jadi kurang baik. Ya tentu pihak terkait sering memberikan ruang kepada para pedagang, sering bertemu. Ya sering diingatkan saja dan diberikan motivasi," urainya.
Dengan pengawasan dan pembinaan yang konsisten, praktik “nuthuk” diharapkan dapat ditekan sehingga citra wisata Bantul tetap terjaga di mata pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPST Modalan Bantul segera ditingkatkan melalui proyek hampir Rp20 miliar. Kapasitas pengolahan sampah ditargetkan naik menjadi 60 ton per hari.
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.
Pola pengasuhan anak yang sehat kini menjadi fokus utama dalam rangkaian program literasi yang digalakkan di Pemda DIY.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.