4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penjabat Bupati (Pj) Kabupaten Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa pengembangan wisata di Kulonprogo termasuk di Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
Menurut Made, apabila perlu melakukan eksploitasi untuk pengembangan wisata maka harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak lingkungan secara keseluruhan.
“Wisata harus dibentuk bagaimana menyatukan alam dengan aktivitas wisata atau green tourism,” kata Made dalam keterangan, Jumat (8/9/2023).
Made yang beberapa waktu lalu mengunjungi Nglinggo berharap desa wisata tersebut dapat mengakomodasi aktivitas wisata dengan alam. Tegasnya, Nglinggo memiliki karakteristik khusus yaitu tidak semua titik dapat dieksploitasi atau didirikan bangunan.
“Tidak bisa semuanya dieksploitasi dengan bangunan. Tapi bisa menjadi bagian wisata, perlu ada batasan dan kreativitas mengolah wisata menjadi lebih bagus dengan tetap menjaga lingkungan,” katanya.
Dia menerangkan bahwa Kabupaten Kulonprogo memiliki cukup banyak destinasi wisata yang perlu digali lebih lauh potensinya. Katanya, aset yang telah ada juga harus dioptimalkan.
"Perlu pengoptimalan agar menjadi satu bagian destinasi yang saling mendukung. Tidak hanya pemandangan semata namun juga masyarakat bisa menikmati potensi kuliner, produk lokal yang ada di Nglinggo," ucapnya.
Made juga menyinggung intensitas kunjungan wisatawan, menurutnya kunjungan dapat didongkrak dengan program-program pengembangan wisata berkelanjutan dan pengoptimalannya.
"[Program-program] berlanjut terus. Wisata itu awalnya saja, kemudian di medsos, apalagi di medsos itu bagus ya narasinya, pengambilan gambarnya. Orang berkunjung, tapi kesan pertama itu yang menentukan kesan selanjutnya. Jadi orang mau berulang datang ke sana [objek wisata]," katanya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program-program pengembangan wisata kolaboratif. Program tersebut menjadi upaya pengoptimalan wisata yang sudah ada.
“Dinas Pariwisata Kulonprogo akan melakukan pengembangan di kawasan wisata di wilayahnya. Salah satu yang akan kami kembangkan adalah Gua Kiskendo di Jatimulyo, Girimulyo. Objek wisata tersebut akan dijadikan taman wisata," kata Joko.
Joko menambahkan Dispar telah menyiapkan program Nusabrata untuk mengelola secara bersama-sama mengembangkan Gua Kiskendo. Program tersebut akan mengolaborasikan wisata alam dengan wisata budaya, kuliner, olah raga, sampai Glamping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m