Ribuan Pelajar Sleman Alami Hipertensi, Gaya Hidup Jadi Sorotan
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Anak difabel - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo segera mendirikan layanan informasi ramah disabilitas bernama laku wirasa. Laku wirasa merupakan pemendekan dari layanan Kulonprogo ramah disabilitas. Program tersebut merupakan inovasi jangka pendek dan menengah sebelum menuju rehabilitasi infrastruktur fisik pariwisata di Kulonprogo.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan program tersebut akan menyasar penyandang disabilitas netra, daksa, grahita, dan rungu. Mereka akan disuguhkan fasilitas virtual reality atau VR dengan pemandu wisata tokoh wayang bernama geblek dan sengek.
Baca Juga: Didukung Dana Keistimewaan, Desa Wisata di Kulonprogo 3 Kali Raih ADWI
“Kami akan membuat virtual reality [VR] untuk dapat membawa wisatawan [difabel] berpetualang. VR itu nanti akan ada layanan petualangan yang dipandu tokoh wayang wisata, geblek dan sengek,” kata Joko ditemui di kantornya, Selasa (20/9/2023).
Dalam VR tersebut, wisatawan dapat melihat tiga tanda berupa warna merah, kuning, dan hijau. Warna tersebut akan menjadi penanda tingkat kerawanan suatu destinasi wisata.
“Dalam VR itu nanti difabel akan dipandu ke sejumlah destinasi seperti di Waduk Sermo. Nah, di Waduk Sermo itu masuk zona kuning untuk tuna netra. Maksudnya adalah penyadang disabilitas netra dapat pergi ke sana tapi harus hati-hati,” katanya.
Baca Juga: Dispar Kulonprogo Gelar Lomba Potensi Desa Wisata
Tiap warna tersebut akan menyesuaikan dengan kondisi disabilitas yang ada. Nantinya akan ada rekomendasi-rekomendasi atas penyesuaian antara kondisi disabilitas dengan warna yang muncul dalam VR.
“Nanti ada semacam zona itu atau kluster-kluster. Itu salah satu produk di VR. Program ini akan kami usahakan Perbupnya. Nah, tahun 2025 kan kami akan meninjau ulang Perda Riparda maka akan kami masukan program itu. Biar inkulsif tourism jadi bagian dari Perda Riparda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto, mengatakan Dispar Kulonprogo pernah datang ke NPC Kulonprogo untuk mengajak membangun pariwisata ramah disabilitas.
“Pak Joko Mursito dulu pernah datang ke sekretariat bertemu teman-teman disabilitas. Dispar mengajak teman-teman yang arahnya pada pariwisata ramah disabilitas. Kalau saat ini kan pariwisata masih ada yang belum bisa diakses disabilitas,” kata Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan