SDN Kandangan 2 Sleman Dapat Tambahan Siswa, Kini Total 2 Murid
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Anak difabel - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo segera mendirikan layanan informasi ramah disabilitas bernama laku wirasa. Laku wirasa merupakan pemendekan dari layanan Kulonprogo ramah disabilitas. Program tersebut merupakan inovasi jangka pendek dan menengah sebelum menuju rehabilitasi infrastruktur fisik pariwisata di Kulonprogo.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan program tersebut akan menyasar penyandang disabilitas netra, daksa, grahita, dan rungu. Mereka akan disuguhkan fasilitas virtual reality atau VR dengan pemandu wisata tokoh wayang bernama geblek dan sengek.
Baca Juga: Didukung Dana Keistimewaan, Desa Wisata di Kulonprogo 3 Kali Raih ADWI
“Kami akan membuat virtual reality [VR] untuk dapat membawa wisatawan [difabel] berpetualang. VR itu nanti akan ada layanan petualangan yang dipandu tokoh wayang wisata, geblek dan sengek,” kata Joko ditemui di kantornya, Selasa (20/9/2023).
Dalam VR tersebut, wisatawan dapat melihat tiga tanda berupa warna merah, kuning, dan hijau. Warna tersebut akan menjadi penanda tingkat kerawanan suatu destinasi wisata.
“Dalam VR itu nanti difabel akan dipandu ke sejumlah destinasi seperti di Waduk Sermo. Nah, di Waduk Sermo itu masuk zona kuning untuk tuna netra. Maksudnya adalah penyadang disabilitas netra dapat pergi ke sana tapi harus hati-hati,” katanya.
Baca Juga: Dispar Kulonprogo Gelar Lomba Potensi Desa Wisata
Tiap warna tersebut akan menyesuaikan dengan kondisi disabilitas yang ada. Nantinya akan ada rekomendasi-rekomendasi atas penyesuaian antara kondisi disabilitas dengan warna yang muncul dalam VR.
“Nanti ada semacam zona itu atau kluster-kluster. Itu salah satu produk di VR. Program ini akan kami usahakan Perbupnya. Nah, tahun 2025 kan kami akan meninjau ulang Perda Riparda maka akan kami masukan program itu. Biar inkulsif tourism jadi bagian dari Perda Riparda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto, mengatakan Dispar Kulonprogo pernah datang ke NPC Kulonprogo untuk mengajak membangun pariwisata ramah disabilitas.
“Pak Joko Mursito dulu pernah datang ke sekretariat bertemu teman-teman disabilitas. Dispar mengajak teman-teman yang arahnya pada pariwisata ramah disabilitas. Kalau saat ini kan pariwisata masih ada yang belum bisa diakses disabilitas,” kata Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.