27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Ilustrasi Razia Pengemis - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul akan menggalakkan patroli dan operasi terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) saat pertengahan Ramadan dan menjelang Lebaran. Masyarakat yang akan memberikan bantuan sosial diimbau untuk menyalurkan bantuannya ke lembaga-lembaga resmi dan tidak memberikan bantuan di jalan.
Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto mengatakan operasi terhadap anak jalanan dan gepeng sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Bantul No.4/2018. Sedangkan untuk pengintensifan operasi akan dilakukan pada pertengahan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Sebab, diakui Jati, sebelum menjelang Lebaran akan ada banyak gepeng yang datang ke wilayah Bantul. Adapun asal dari gepeng tersebut kabanyakan berasal dari luar DIY seperti beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sedangkan setiap menggelar aksinya mereka selalu berpindah-pindah lokasi.
"Untuk operasi, sudah ada beberapa lokasi yang akan menjadi sasaran kami. Untuk frekuensi menyesuaikan situasi. Yang jelas menjelang Lebaran akan lebih kami intensifkan dan perbanyak frekuensi operasinya," kata Jati, Kamis (14/3/2024).
Adapun berdasarkan data di Satpol PP Bantul, jumlah gepeng yang dirazia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada 2021 ada sebanyak 18 orang gepeng tertangkap razia. Jumlah itu meningkat pada 2022 menjadi 32 orang dan pada 2023 ada sebanyak 23 orang gepeng yang terkena razia.
BACA JUGA: Hasil Mengemis Lumayan", Gepeng Masih Saja Ditemukan Meski Berulangkali Ditertibkan
Jati menyampaikan selama ini penertiban yang dilakukan Satpol PP Bantul sebatas memberikan peringatan kepada gepeng yang terjaring, Sementara apabila gepeng tersebut tidak mampu secara ekonomi dan tidak memiliki keluarga, maka Satpol PP Bantul bekerja sama dengan Dinas Sosial DIY akan merehabilitasi gepeng tersebut.
Bantuan Sosial
Selain akan menggelar operasi terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis, Jati juga mengingatkan masyarakat untuk menyalurkan bantuan sosial melalui lembaga-lembaga resmi seperti Baznas, Lazis dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada.
Jika bantuan sosial diberikan langsung ke anak jalanan, gelandangan dan pengemis, Jati khawatir justru malah membuat keberadaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis bertambah. Dikhawatirkan pekerjaan ini berpotensi menghasilkan uang lalu mengundang orang menjadi anak jalanan, gelandangan dan pengemis.
"Untuk itu kami imbau agar gunakan lembaga-lembaga yang sah, karena sudah punya jalur untuk menyalurkan sedekah, infaq kepada yang membutuhkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.