Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Ilustrasi salah satu pedagang cabai rawit merah./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Pekan pertama Ramadan, harga-harga sejumlah bahan di Sleman mengalami penurunan.
Masa panen yang mulai terjadi di sejumlah wilayah membuat pasokan produksi bertambah yang berdampak pada penurunan harga beragam komoditas pangan.
Wakil Lurah Pasar Sleman, Sarjiyem mengungkapkan di pekan pertama Ramadan kali ini, harga sejumlah komoditas bahan pangan terpantau mengalami penurunan.
Komoditas cabai, menjadi bahan pangan yang mengalami penurunan harga paling kentara. Hampir segala jenis cabai mengalami penurunan harga di sepekan pertama Ramadan ini. "Kalau yang turun itu cabai," terang Sarjiyem, Selasa (19/3/2024).
Cabai merah besar mengalami penurunan paling signifikan di antara jenis cabai lainnya. Bila pekan lalu harganya berkisar di angka Rp85.000 per kilogram, di pekan pertama ramadan ini harganya turun Rp25.000 menjadi di kisaran Rp60.000 per kilogram. "Iya [turunnya jauh], cuma baru kemarin," ungkapnya.
Sementara untuk jenis cabai rawit merah dan cabai hijau penurunannya sekitar Rp10.000. Dari sebelumnya dijajakan dengan harga Rp60.000 per kilogram, kini keduanya dijual di rentang harga Rp50.000 per kilogram. "Ya [itu harga] rata-rata, karena teman-teman ada yang jualnya lebih tinggi ada yang lebih rendah," imbuhnya.
BACA JUGA: Harga Cabai Mahal, Mendag: Indonesia Butuh Sistem Tanam yang Tidak Terpengaruh Cuaca
Selain beragam jenis cabai, rata-rata harga bawang merah terpantau juga mengalami penurunan di pasar. Bila sebelumnya bawang merah dibanderol dengan harga Rp32.000 per kilogram, di pekan pertama ramadan ini harganya mulai turun di angka Rp30.000 per kilogram.
Sementara untuk komoditas beras juga mengalami penurunan, meskipun belum masif. Saat ini harga beras premium berkisar di angka Rp16.000-Rp16.500 dari sebelumnya Rp17.000-Rp17.500 per kilogram.
Banyaknya komoditas yang mengalami penurunan harga, disebut Sarjiyem bukan karena menurunnya permintaan konsumen. Penurunan ini diduga Sarjiyem dipicu lantaran keberhasilan panen di sejumlah wilayah yang meningkatkan jumlah ketersediaan bahan pangan. "Produksinya bertambah, kalau permintaan sebenarnya enggak turun," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.