Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Anggota GEMI, Esaputri Purwandari, menyampaikan materi dalam bedah buku Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas, di Joglo Tamansari, Rabu (20/3/2024)./ Harian Jogja - Lugas Subarkah
JOGJA—DIY tengah mengalami transisi dalam pengelolaan sampah. Dari yang sebelumnya terpusat di TPA Piyungan, menjadi didesentralisasi di masing-masing wilayah. Masyarakat pun memiliki peran penting untuk menyukseskan transisi ini.
Sebagai salah satu upaya penguatan literasi tentang pengelolaan sampah, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas, di Joglo Tamansari, Rabu (20/3/2024).
Buku ini memaparkan pengalaman pengelolaan sampah dari Koperasi Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (GEMI), yang disusun oleh Esaputri Purwandari, Yomi Windri Asni, Umdatul Qori’ah dan Muzna Nurhayati. Bedah buku ini juga menghadirkan anggota DPRD Kota Jogja Fraksi PAN, Rifki Listiyanto sebagai narasumber.
Esaputri Purwandari menjelaskan dalam pengelolaan sampah, paradigma sosial harus diganti menjadi paradigma bisnis. Selama ini, banyak usaha pengelolaan sampah di masyarakat tidak berjalan karena masih menggunakan paradigma sosial, sehingga tidak memberikan keuntungan apapun untuk mereka yang terlibat.
Ia mencontohkan Koperasi GEMI yang sudah memproduksi berbagai sabun dari olahan limbah rumah tangga, seperti ampas kelapa hingga jelantah. Harga jualnya menjadi jauh lebih tinggi dibanding sabun biasa, yakni bisa mencapai Rp50.000. “Apakah ada yang beli? Ada. Karena sabun ini memiliki segmen tersendiri. Sabun ini cocok untuk orang yang punya eksim [penyakit kulit]. Jadi mereka yang memiliki eksim lebih memilih sabun ini dibanding sabun biasa,” ujarnya.
BACA JUGA: BEDAH BUKU: Merespons Masalah Sampah di DIY
Dalam buku ini, ia mendorong masyarakat menerapkan prinsip zero waste, yakni sebuah visi pengelolaan sampah berkelanjutan. Dengan prinsip ini, kita tidak menghabiskan nilai dari sumber daya, melainkan mempertahankannya.
Para pakar ekonomi telah mengemukakan jika ekonomi linier, yakni proses produksi, distribusi, konsumsi dan menjadi limbah, tidak bisa dipraktikkan terus-menerus karena keterbatasan sumber daya. Dari sini muncul alternatif sistem green ekonomi, yang menerapkan 5R, yakni refuse, reduce, reuse, recycle dan rot.
“Refuse adalah menolak hadirnya barang sekali pakai di rumah. Reduce mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Reuse menggunakan kembali barang yang sudah dipakai. Recycle mengolah kembali barang yang telah digunakan menjadi barang lain. Rot adalah mengolah sampah organik menjadi kompos,” katanya.
Rifki Listiyanto menuturkan pemerintah termasuk DPRD Kota Jogja harus hadir dalam permasalahan sampah. Ia menegaskan peraturan daerah yang akan dibuat ke depan harus mendukung pengelolaan sampah secara mandiri.
“Ini PR kita semua agar bisa mengendalikan sampah. Di buku ini banyak kelompok ibu yang bergiat di persampahan. Semua yang ada di buku ini menjadi hal menarik. Apa itu sampah organik, anorganik, berbagai macam pengelolaan, administrasi bank sampah,” ungkapnya.
Ia juga berharap melalui kegiatan bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY ini dapat terus meningkatkan kegemaram membaca masyarakat. “Ke depan perlu ditingkatkan secara kuantitas dan penganggarannya, agar masyarakat lebih sering hadir di bedah buku,” kata dia. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat