HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Suasana bedah buku bertajuk “Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas,” di Gedung Griya Pusaka, Piyungan RT 05, Srimartani, Piyungan, Bantul, Selasa (19/3/2024) pagi. Harian Jogja/Jumali.
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas, di Gedung Griya Pusaka, Piyungan RT 05, Srimartani, Kapanewon Piyungan, Selasa (19/3) pagi.
Bedah buku karya Esaputri Purwandari dkk ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat dan memberi pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. Selain itu, pembahasan mengenai sampah dinilai penting menyusul rencana ditutupnya TPST Piyungan.
Ketua Tim Bedah Buku dari DPAD DIY Sri Wahyudi mengatakan kegiatan bedah buku yang bekerja sama dengan anggota DPRD DIY tersebut adalah salah satu rangkaian bedah buku yang digelar pihaknya selama Ramadan. Ada sebanyak 25 bedah buku di 25 lokasi yang digelar pada 1-29 Maret 2024. “Ini adalah bentuk komitmen dari kami mempertahankan DIY sebagai provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi,” katanya, Selasa.
BACA JUGA : Masyarakat Jogja Harus Bangun Fondasi Keluarga yang Baik
Oleh karena itu, meski di bulan Ramadan, kegiatan bedah buku tetap digelar. Wahyudi berharap agar kegiatan tersebut mampu meningkatkan literasi masyarakat, meski dilakukan di bulan puasa.
Adapun sesuai dengan tema yang ada, yakni membahas mengenai pengelolaan sampah, pihaknya berharap bisa menambah pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah. “Kami berharap masyarakat tahu cara mengelola sampah, karena sampah bisa menjadi bahan ekonomi untuk dikelola," katanya.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin menilai sampah telah menjadi masalah utama di Jogja. “Maka, kami sampaikan pengelolaan sampah menjadi skala prioritas pembangunan di DIY," katanya. Terlebih, saat ini TPST Piyungan bakal ditutup total. Menurut dia, setiap kabupaten dan kota di DIY harus memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. “DPAD DIY memberikan literasi berkaitan dengan darurat sampah yang terjadi di DIY," katanya.
Esaputri Purwandari selaku penulis buku sekaligus penggerak Koperasi Konsumen Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (Gemi) mengungkapkan, kegiatan bedah buku ini selaras dengan persoalan sampah yang dialami oleh DIY.
Penutupan TPST Piyungan membuat masyarakat kewalahan mengelola sampah. “Untuk itu dalam kesempatan ini akan dipaparkan bagaimana mengelola sampah yang benar dan cerdas," katanya.
Esa memaparkan buku yang ditulisnya berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh Koperasi Konsumen Gemi dalam mengolah sampah menggunakan magot, pembuatan sabun dari minyak jelantah, dan kerajinan dari plastik. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
WhatsApp menghadirkan fitur panggilan suara dan video langsung di WhatsApp Web. Pengguna kini bisa menelepon dari browser tanpa perlu menginstal aplikasi deskto
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha