Kasus Shinta Komala Masuk Penyidikan, Polisi Dorong RJ Lagi
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan warga terdampak bencana di Sleman mulai mendapat gelontoran bantuan di awal ramadan ini. Para warga yang mendapat bantuan kebencanaan ini sebelumnya terdampak bencana angin kencang dan kebakaran yang terjadi di Sleman.
Bantuan kebencanaan ini secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada perwakilan penerima bantuan. Danang menuturkan jika bantuan yang berikan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Sleman kepada warga Sleman yang terdampak bencana.
Meski bantuan yang diberikan ini mungkin belum cukup untuk memulihkan keseluruhan dampak bencana, bantuan ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sleman untuk membantu warganya.
"Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meringankan beban saudara-saudara," tutur Danang pada Kamis (21/3/2024) di ruang Oproom Unit I Pemkab Sleman.
BACA JUGA: Panen DIY April-Mei Diperkirakan Hasilkan Beras 192 Ribu Ton
Dari kacamata Danang, Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap berbagai bencana. Ancaman bencana yang bisa terjadi di Sleman di meliputi erupsi Merapi, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor, banjir, kebakaran dan sebagainya. Oleh karena itu ia berpesan kepada masyarakat agar memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap kejadian bencana.
"Kedepan tentunya kita harus mewaspadai ancaman berbagai bencana yang ada disekitar kita," kata Danang.
Danang juga mengajak seluruh masyarakat sleman untuk menjaga dan merawat alam. Pasalnya ia menilai kerusakan alam yang dilakukan manusia berpotensi menimbulkan bencana alam di kemudian hari. Maka dari itu, Danang berharap masyarakat juga bersama-sama memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Kepala BPBD Sleman, Makwan menerangkan bantuan kebencanaan kali ini diberikan kepada 161 warga Sleman. Ratusan warga terdampak bencana tersebut tersebar di 10 Kapanewon, 18 Kalurahan dan 43 Padukuhan. Total, nilai bantuan kebencanaan yang disalurkan pada kesempatan ini mencapai Rp 127,9 juta.
Sebelum disalurkan, BPBD Sleman telah melalukan verifikasi kepada warga terdampak bencana untuk periode Februari 2024. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diserahkan tepat sasaran. Selain itu verifikasi ini juga untuk mengetahui tingkatan kerusakan yang dialami warga. Pasalnya hal tersebut akan menjadi acuan terhadap jumlah bantuan yang diterima oleh warga terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Nilai TKA SD dan SMP 2026 resmi dibuka mulai pukul 13.00 WIB. Berikut cara cek hasil TKA di tka.kemendikdasmen.go.id.
UPNVY menerima 2.955 mahasiswa SNBT 2026. Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, dan Ilmu Komunikasi jadi prodi paling ketat.
Bocoran Samsung Galaxy S26 FE muncul dengan desain mirip Galaxy S26, tiga kamera vertikal, dukungan Qi2, dan chipset Exynos 2500.
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.
Sebanyak 1.222 ketua RT dan RW di Kota Magelang menerima honorarium 2026, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.