UKDW Jogja Buka Prodi Teknologi Pangan, Fokus Inovasi Pangan
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—PHRI DIY memprediksi okupansi kamar hotel di wilayah di DIY akan mencapai 100 persen pada H+2 sampai H+5 libur Lebaran 2024. Kenaikan itu diprediksi akan terjadi sejak 8 April sampai pada masa cuti bersama Idulfitri 2024 nanti.
Wakil Sekretaris PHRI DIY Wahyu Wikan Trispratiwi mengatakan, pada Lebaran ini diprediksi hunian kamar hotel di Jogja kembali naik signifikan. Di masa sekarang saja beberapa hotel sudah mengalami okupansi sebesar 60 persen secara rata-rata.
"Sekarang okupansi beberapa hotel sudah 60 persen, tapi kami yakin mendekati Lebaran akan semakin naik," katanya, Jumat (22/3/2024).
BACA JUGA : 18,23 Juta Orang Diprediksi Masuk Jateng Selama Lebaran 2024
Menurutnya, dua pekan atau sepekan jelang Lebaran biasanya tamu akan melakukan reservasi online lewat lokapasar atau langsung ke hotel yang diinginkan. Sangat jarang ada tamu yang memesan kamar cukup dekat menjelang hari Lebaran.
"Lebaran tahun ini okupansi kamar hotel cukup baik mulai H+1. Lebaran kan 10 dan 11 April, harapan kami di tanggal 8 April sudah merangkak naik, tapi rata-rata semua wilayah dapat 100 persen itu di H+2 sampai H+5," katanya.
Paling banyak, tamu memilih hotel yang dekat dengan keramaian dan pusat perbelanjaan seperti Malioboro dan juga area Sleman. Reservasi tamu di kawasan tersebut sudah mulai merangkak naik sejak bulan puasa ini.
"Di kota ada beberapa yang sudah mulai naik di derah Malioboro, dekat dengan mall dan pusat keramaian itu juga meningkat di Sleman," katanya.
Wahyu menerangkan, di masa Ramadan hotel biasanya jarang menerima tamu untuk menginap. Masa itu dimanfaatkan untuk melakukan persiapan jelang Lebaran nanti. Misalnya dengan pembersihan secara mendetail ataupun menyiapkan paket promosi.
"Promonya bundling misalnya dengan afternoon tea atau oleh-oleh. Jadi dibuat paket kamar dan ditambah dengan oleh-oleh dari UMKM sekitar hotel," ujarnya.
Dia mengakui harga kamar terjadi kenaikan pada Lebaran tahun ini. Hal itu dikarenakan sejumlah ongkos produksi dan jasa juga mengalami kenaikan. Mau tidak mau hotel ikut menaikkan harga kamar dan layanan lainnya.
BACA JUGA : Libur Lebaran, Kendaraan Masuk ke Gunungkidul Belum Bisa Diprediksi
"Pasti ada kenaikan ya, harga tiket kereta api saja naik. Imbasnya juga ke barang-barang untuk tamu misalnya beras, sayur ikan, dan lain-lain juga naik, makanya kita gunakan harga normal dan ditambah biaya operasional yang naik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.