Kadin DIY Sebut Kekuatan Ekonomi Jogja Bukan Tambang Fisik, tapi Tambang Ide
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul akan meningkatkan anggaran program Boga Sehat pada 2024. Program tersebut dirancang untuk menurunkan angka kemiskinan di Bantul.
“Anggaran untuk boga sehat tahun 2024 meningkat dari Rp6 miliar [2023]menjadi Rp8,4 miliar [2024],” kata Kepala Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan Manusia Bappeda Bantul, Priyanto, Jumat (22/3/2024).
Dia menyampaikan dengan kenaikan anggaran tersebut, jumlah penerima manfaatnya juga meningkat dari 892 jiwa tahun 2023 menjadi 1.112 jiwa tahun 2024.
Dia menyampaikan program boga sehat akan menyasar lansia prasejahtera dan penyandang disabilitas berat. Program tersebut menurutnya merupakan upaya Pemkab Bantul untuk mengurangi beban masyarakat pra sejahtera di Bantul. Melalui program tersebut lansia terlantar dan penyandang disabilitas berat akan diberikan makanan dengan gizi seimbang. Selain itu, Pemkab Bantul juga menggagas program pemberian alat bantu bagi disabilitas.
Baca Juga
Angka Kemiskinan Bantul: Penduduk Miskin Turun 1.620 Orang di 2023
Jumlah Warga Miskin di Bantul Tahun Ini cuma Turun 0,3%, Ini Detail Datanya
Pasar Murah, Pemkab Bantul Menyasar Wilayah dengan Kemiskinan Tertinggi
Menurut Priyanto saat ini ada sekitar 5.000 jiwa dari 128.000 warga miskin di Bantul yang merupakan lansia pra sejahtera dan penyandang disabilitas. Menurut Priyanto, sebagian besar diantaranya saat ini dinilai kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, sehingga diperlukan bantuan untuk mengurangi beban mereka.
Selain itu, ada pula Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 53.873 kepala keluarga (KK), Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), Program Jaminan Kesehatan atau PBI JKN dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyasar masyarakat prasejahtera di Bantul.
Kemudian Pemda Bantul pun mengalokasikan APBD Bantul tahun 2024 Rp24,7 miliar untuk Jaminan Kesehatan (PBI JKN) yang menyasar 48.440 jiwa. Kemudian ada pula Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan anggaran Rp1,3 miliar, program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menyasar 137 KK dengan anggaran Rp3,3 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.