Angka Stunting Sleman Turun Jadi 4,04%, Ini Dua Inovasi Barunya
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Bantul cukup tinggi pada tahun 2023. Pemkab Bantul menggencarkan program pengurangan beban pengeluaran bagi penduduk miskin di Kabupaten Bantul.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul persentase penduduk miskin di Kabupaten Bantul menurun 0,31 persen atau 1.620 orang pada tahun 2023. Penurunan angka kemiskinan tersebut menduduki peringkat kedua penurunan angka kemiskinan di DIY tahun 2023 setelah Kulonprogo dengan angka 0,75 persen.
BACA JUGA : Sultan Targetkan Kemiskinan Ekstrem di DIY Tuntas di 2025
Kepala BPS Kabupaten Bantul, Dedi Cahyono menuturkan pandemi Covid-19 dengan kasus yang mulai berangsur turun memberikan dampak pada kelonggaran kegiatan masyarakat di tempat umum maupun tempat kerja sehingga aktivitas ekonomi penduduk mulai menggeliat.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bantul selama periode 2021-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,20 persen (y-to-y) juga turut berpengaruh pada penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Bantul tahun 2023. Menurut dia, angka tersebut sedikit meningkat dibanding capaian 2021 terhadap 2020 sebesar 4,99 persen (y-on-y).
Selain itu pengeluaran konsumsi rumah tangga pada 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 2,52 persen (y-on-y). Adapun pada tahun 2021 tumbuh sebesar -1,71 persen (y-on-y) juga dinilai turut berperan.
“Kemudian selama periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022 terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,07 poin, yaitu dari 4,04 persen menjadi 3,97 persen juga dinilai turut berperan dalam penurunan angka kemiskinan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso menuturkan ada Bantul bekerjasama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) telah merealisasikan program untuk mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin di Kabupaten Bantul.
"Arahan bupati kami diminta kerja keras agar warga yang berkekurangan pemenuhan kebutuhan dasar dapat tercover," ujarnya.
Beberapa program yang dirancang antara lain bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Pangan PNT, PKH, PIP, Boga Sehat. Berdasarkan data Dinsos Kabupaten Bantul saat ini ada 87.746 keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT, ada 55.153 KPM program PKH, dan ada 451.374 jiwa penerima PBI APBN tahun 2023 di Kabupaten Bantul.
“Selain itu ada juga program jaminan sosial berupa JKN-PBI, PBI Jamsos Ketenagakerjaan, serta berupa subsidi listrik dan LPG,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Febrie Adriansyah dan dua terdakwa lain menjalani sidang putusan sela dalam perkara dugaan pemerasan dan pencucian uang.
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Guru Besar UMY Suswanta menjelaskan peran rekam jejak, integritas, dan kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades.
PLN menggabungkan PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya menjadi PLN Services. Perusahaan memastikan merger tidak disertai PHK.