Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Tembus Rp52 Juta, FIFA Dikritik
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Ilustrasi daging - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menggencarkan pemeriksaan daging sapi, kambing, domba hingga daging ayam yang dijual dan disembelih di wilayahnya.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mewasapadai adanya peredaran daging yang tak layak dikonsumsi dan juga daging sapi glongggongan jelang Lebaran 2024.
“Kami intensifkan pengecekan di pasar tradisional dan juga rumah potong hewan di wilayah kami menjelang Lebaran. Kami ambil sampel daging yang ada dan ini dilakukan karena kami ingin memastikan jika daging yang dijual higienis dan layak dikonsumsi,” kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Senin (1/4/2024).
Diakui Joko, menjelang Lebaran, ada peningkatan permintaan terhadap berbagai jenis daging baik dipasaran maupun rumah potong hewan. Kondisi ini, dimungkinkan akan dimanfaarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan dengan jalan menjual daging yang kualitasnya tidak baik.
“Itu gunanya kami turun ke pasar-pasar tradisional. Jika petugas mendapatkan daging tidak sehat dan tak layak dikonsumsi maka mereka akan meminta untuk menyimpan daging tersebut. Selain itu, petugas akan membina pedagang agar
BACA JUGA: Jogja Bebas Daging Glonggongan, Pedagang Sudah Tahu Dampaknya
tidak menjual lagi daging yang tidak layak untuk dikonsumsi,” papar Joko.
Selain itu, Joko mengaku telah meminta petugas dan pedagang mewaspadai peredaran daging sapi gelonggongan. Meskipun, sampai kini, kata Joko berdasarkan pengecekan di lapangan, belum ada indikasi peredaran daging sapi gelonggongan di Bumi Projotamansari.
“Karena petugas kan juga mengawasi penyembelihan ternak sapi di lokasi penyembelihan ternak sapi," jelasnya.
Sementara untuk daging kambing dan domba, Joko mengaku pihaknya telah melakukan pemantauan penyembelihan domba atau kambing di kawasan Jejeran, Pleret. “Hasilnya, kami pastikan kambing atau domba yang dipotong bebas dari penyakit antraks. Masyarakat jangan khawatir,” jelas Joko.
Disisi lain, Pemkab Bantul terus melakukan upaya untuk menekan harga beras di pasaran dengan menggelar pasar murah jelang Lebaran.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan pihaknya ingin agar harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran dapat dijangkau oleh masyarakat. “Untuk itu kami terus gelar pasar murah, untuk menekan harga juga mencegah tingginya inflasi di Bantul,” ucap Bupati Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.