Harga BBM Naik, Pemkot Jogja Belum Tambah Anggaran Mobil Dinas
Pemkot Jogja belum menambah anggaran BBM kendaraan dinas meski harga naik. Pembatasan penggunaan tetap berlaku sambil menunggu evaluasi anggaran.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja menggelar pemantauan dan memastikan daging sapi yang beredar di pasar rakyat aman, sehat, dan layak dikonsumsi menjelang libur akhir tahun.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPP Kota Jogja, Ashardini Eka Setianingsih, menuturkan pemantauan peredaran daging sapi dilakukan di sejumlah pasar rakyat, antara lain Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasar Sentul, dan Pasar Kotagede. Dari hasil pemeriksaan tersebut, DPP Kota Jogja memastikan kondisi daging sapi yang beredar di Kota Jogja layak dikonsumsi.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi daging gelonggongan, dan kualitas daging yang dijual di pasar-pasar tersebut secara umum bagus,” katanya, Jumat (19/12/2025).
Dalam pemantauan tersebut, petugas memeriksa aspek lalu lintas, perizinan, dan kualitas daging sapi yang beredar di pasar rakyat Kota Jogja. Pihaknya juga melakukan pengecekan kelengkapan administrasi pedagang, antara lain dokumen lalu lintas daging sapi.
“Daging sapi yang beredar harus berasal dari rumah pemotongan hewan [RPH] yang telah tersertifikasi dan memiliki Nomor Kontrol Veteriner [NKV],” katanya.
Menurutnya, kelengkapan sertifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan daging sapi dipotong sesuai standar baku yang telah ditetapkan. Dengan standar tersebut, keamanan dan kualitas daging sapi yang beredar dapat terjamin.
“Pada pemeriksaan ini kami fokus pada daging sapi, mulai dari asal-usul daging, kelengkapan administrasi, kualitas, hingga mutunya. Kami ingin memastikan daging sapi yang beredar di Kota Jogja benar-benar aman dan layak konsumsi,” katanya.
Selain aspek administrasi, petugas juga memeriksa mutu daging sapi yang dijual untuk memastikan kondisinya segar, aman dikonsumsi, dan bukan daging gelonggongan. Penggilingan daging sapi turut diperiksa untuk memastikan tidak ada campuran daging lain, terutama daging nonhalal.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan daging sapi yang digiling tidak ditemukan campuran daging lain,” katanya.
Meski demikian, DPP Kota Jogja masih menemukan sejumlah pedagang yang belum melengkapi dokumen administrasi penjualan daging sapi. Pedagang diminta segera melengkapi dokumen tersebut agar peredaran daging sapi di pasar rakyat tetap sesuai standar keamanan pangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja belum menambah anggaran BBM kendaraan dinas meski harga naik. Pembatasan penggunaan tetap berlaku sambil menunggu evaluasi anggaran.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.