Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Sampah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyiapkan anggaran senilai Rp500 juta untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Gadingsari, Sanden.
Anggaran itu dinilai cukup untuk membangun TPSS yang hanya digunakan selama 4 bulan di lahan seluas 3.600 meter persegi di Padukuhan Patihan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan anggaran senilai Rp500 juta tersebut bersumber dari APBD Bantul 2024. Saat ini anggaran tersebut telah siap untuk direalisasikan menyusul kian dekatnya penutupan TPA Piyungan, pada akhir April 2024.
BACA JUGA : Tiga Pusat Pengolahan Sampah di Bantul Ditarget Rampung Tahun Ini
“Anggaran sudah siap. Tinggal menjalankan saja. Begitu TPA Piyungan ditutup, maka tempat tersebut harus siap digunakan,” kata Bambang, Selasa (2/4/2024).
Menurut Bambang, luas lahan tanah kas desa Gadingsari yang dipersiapkan untuk TPSS adalah seluas 3.600 meter persegi. Di mana, kapasitas dari TPSS yang terbangun tersebut adalah 9.700 meter kubik. Adapun Pemkab Bantul akan mengirim sampah sekitar 50 ton per hari di lokasi tersebut.
Bambang mengungkapkan, saat ini pihaknya terus berpacu dengan waktu agar pembangunan TPSS di lahan yang berada di sekitar jalan menuju Pantai Pandansari dan Goa Cemara tersebut segera terealisasi. Selain menyiapkan timeline pematangan lahan dan pembangunan, Pemkab dan Pemkal Gadingsari terus melakukan sosialisasi ke warga terkait pembangunan TPSS.
“Nanti malam juga akan ada pertemuan dengan warga. Kami masifkan komunikasi dan pertemuan dengan warga untuk realisasi pembangunannya,” ucap Bambang.
Menurut Bambang keberadaan TPSS itu nantinya tidak akan menimbulkan persoalan baru berupa pencemaran lingkungan. Sebab, sampah yang akan dikirim ke lokasi tersebut akan dipilah terlebih dahulu. Adapun sampah yang dapat didaur ulang, akan didaur ulang.
Dari segi desain, Bambang menyatakan, TPSS tersebut tidak mencemari lingkungan sekitar. Nantinya sampah yang dibuang nantinya juga akan disemprot dengan ecolindi untuk mencegah bau dan lalat kemudian ditutup dengan geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah.
Tak hanya itu, kemiringan dan bak penampungan lindinya juga diatur dan dilapisi semua permukaannya TPSS dengan geomembran. Agar air sampah atau lindi tidak mencemari tanah. “Hal ini juga kami sosialisasikan ke warga,” papar Bambang.
BACA JUGA : Pemkab Bantul Kejar Target Mandiri Kelola Sampah 2025
Bambang mengungkapkan ada hubungan simbiosis mutualisme antara Pemkal Gadingsari dan Pemkab Bantul terkait pembangunan TPSS. Pemkal Gadingsari membutuhkan uruk untuk lokasi yang nantinya akan dibangun agrowisata di atas eks lahan TPSS. Sementara Pemkab membutuhkan lokasi TPSS sembari menunggu selesainya pembangunan 3 TPST. Pemkab juga akan menutup lokasi tersebut dengan paving blok usai tak digunakan.
“Nah, lokasi tersebut akan digunakan untuk parkir dan wisata,” ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21. Sebanyak 188 korban dievakuasi, sementara 55 korban masih dalam pencarian.