Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pembeli melihat-lihat parcel di toko Progo, Selasa (2/4/2024). /Harian jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Semakin mendekati lebaran, parcel dan beragam pernak-pernik lebaran semakin banyak diburu masyarakat. Salah satunya di toko Progo yang menyediakan parcel dan pernak-pernik lebaran yang diproduksi sendiri.
Salah satu pengunjung toko Progo, Winda Puspitarini, menjelaskan dia membeli parcel untuk keperluan perusahaannya, untuk dibagikan kepada para klien. “Di hari lebaran kita berbagi rezeki dengan klien kita yang sudah lama bekerja sama dengan kita selama ini, sebagai wujud terima kasih,” katanya, Selasa (2/4/2024).
BACA JUGA : Hitung Kendaraan Menjelang Arus Mudik Lebaran, Polda DIY Pasang Puluhan CCTV
Kali ini ia membeli sebanyak 22 parcel untuk para klien. Setiap tahun perusahaannya memang selalu membagikan parcel untuk para klien dengan jumlah yang terus bertambah. “Kita membeli parcel di range yang Rp300.000 sampai RP500.000,” ungkapnya.
Kepala Bagian Marketing Progo, Maskun Sofwan, menuturkan Progo menyediakan aksesoris untuk lebaran baik untuk interior maupun parcel. “Kami menyediakan parcel yang sudah jadi maupun pesanan, baik yang dirangkai maupun yang di-box,” katanya.
Ia melihat peminat parcel dan pernak-pernik lebaran tersebut tahun ini cukup banyak, terlihat dari banyaknya pesanan dari sebelum ramadan hingga mendekati lebaran ini. “Beberapa hari terakhir konsumen juga datang dan membeli cukup banyak,” ungkapnya.
Adapun range harga parcel mulai dari Rp125.000 hingga Rp1,5 juta, mulai dari produk makanan, campur mapupun keramik alat rumah tangga. “Karena Progo terkenalnya di alat rumah tangga juga, jadi kita juga punya parcel dengan alat rumah tangga,” paparnya.
Untuk aksesoris interior, yang banyak dipesan masyarakat adalah ketupat, yang biasa digunakan untuk membuat bingkisan maupun dekorasi ruangan. “Beberapa hotel dan restoran mengambil di sini. Dari dulu banget semuanya ada di sini,” ujarnya.
Ia juga melihat ada peningkatan signifikan pada pembelian secara umum di toko Progo, mendekati lebaran ini. “Peningkatan signifikan di bagian makanan khususnya, seperti roti kaleng, sirup, sembako, biasanya untuk hampers,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.