Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Pelaksanaan vaksinasi difteri di Balai Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Sabtu (6/4/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman bergerak cepat dengan menjalankan program imunisasi tambahan untuk mencegah penyebaran penyakit difteri di Tamanmartani, Kalasan. Total lebih dari 3450 anak yang mendapatkan imunisasi ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, kasus difteri sudah ditemukan di Sleman, yakni di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Total ada tiga anak yang teridentifikasi yang terjangkit penyakit ini.
“Berdasarkan penelusuran, satu anak memiliki Riwayat bepergian ke wilayah Jawa Tengah, satu anak merupakan santri pondok pesantren di Jawa Timur dan satunya merupakan asli di Tamanmartani,” kata Cahya di sela-sela vaksinasi difteri di Balai Kalurahan Tamanmartani, Sabtu (6/4/2024).
Untuk kasus, ia mengakui ketiga pasien sudah dinyatakan sembuh. Kepada Masyarakat, Cahya meminta agar tidak khawatir dikarenakan penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi.
“Makanya dilakukan program imunisasi tambahan difteri bagi anak di Tamanmartani. Tujuannya untuk mengurangi risiko penyebaran. Apalagi saat Lebaran banyak warga luar daerah berdatangan,” kata Cahya.
Dia menjelaskan, vaksinasi diberikan untuk anak dengan rentang usia dua bulan hingga 15 tahun. Bagi bayi berusia 2-18 bulan ada 600 anak divaksin menggunakan pentabio. Anak-anak berusia 5-7 tahun sebanyak 800 anak divaksin menggunakan DT dan anak-anak berusia 8-15 tahun sebanyak 2.500 anak divaksin menggunakan jenis Td.
“Total ada 3.450 anak yang menjadi sasaran vaksin. Tapi, harapannya bisa menyasar lebih banyak lagi sehingga pencegahan dioptimalkan,” katanya.
BACA JUGA: Imunisasi DPT Lengkap Cara Ampuh untuk Mitigasi Difteri
Cahya menambahkan, sesuai dengan prosedur pencegahan difteri, vaksinasi diberikan sebanyak tiga kali. Setelah vaksinasi pertama, retang satu bulan diberikan vaksin kedua.
“Untuk kedua dilaksanakan Mei mendatang. Sedangkan ketiga diberikan rentang waktu enam bulan sehingga pelaksanannya di Bulan Oktober,” katanya.
Kamituwo Tamanmartani, Awan Paradhais P mendukung penuh upaya pencegahan penyakit difteri dengan program imunisasi. Menurut dia, antusiasme dari warga sangat tinggi dikarenakan di tiga lokasi pelaksanaan dipadati oleh peserta.
“Selain di Balai Kalurahan Tamanmartani [sektor tengah], vaksinasi juga dilaksanakan di SMKN 1 Kalasan [sektor selatan] dan Balai Padukuhan Cageran [sektor utara],” kata Awan.
Dia berharap program ini bisa menghentikan laju penularan difteri yang sempat ditemukan di Tamanmartani. “Persiapan hanya sekitar satu minggu, tapi antusiasme yang ikut vaksin sangat tinggi. Mudah-mudahan dengan vaksinasi penularan dapat dicegah dan pelaksanaan Lebaran dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.