Marc Marquez Sebut Indonesia Balapan Terburuk Baginya
Marc Marquez menyebut Indonesia sebagai balapan terburuk baginya. Ini alasan Mandalika menjadi kekhawatiran jelang MotoGP Indonesia 2026.
Ilustrasi polisi menangkap kriminal (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Petugas dari Polres Bantul menangkap lima remaja yang hendak tawuran, pada Kamis (18/4/2024) dini hari.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan, awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa akan ada tawuran yang melibatkan dua sekolah menengah atas di Ring Road Selatan, Kasihan, Kamis dini hari.
Petugas pun melakukan patroli dan mendapati adanya rombongan remaja menggunakan kendaraan bermotor dari Pajangan menuju ke Jalan Bantul. Saat sampai di Simpang Empat Klodran dari arah barat petugas melihat rombongan tersebut melaju secara ugal-ugalan.
“Petugas [polisi] pun mengejar rombongan ke timur Simpang Empat Klodran. Di tengah pengejaran, tepatnya di utara SMAN 3 Bantul itu ada salah satu anggota dari rombongan itu mengeluarkan senjata tajam,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Pengemudi Arogan Mengaku Adik Jenderal Kini Diusut Bareskrim
Petugas pun terus mengejar dan meringkus kelima remaja itu di area persawahan Pendowoharjo, Sewon, Bantul. “Karena kedapatan membawa sajam, kelimanya langsung dibawa ke Polsek Sewon,” kata Jeffry.
Mengenai identitas dari kelima remaja tersebut, Jeffry mengungkapkan kelimanya adalah RAR, 17, warga Pendowoharjo, Sewon; APK, 18, warga Sonopakis Kidul, Kasihan Bantul; DRN, 17, warga Panggungharjo, Sewon; BAA, 16, warga Panggungharjo dan KNN, 18, warga Tirtonirmolo, Kasihan.
Sedangkan dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan dua molotov, sajam jenis celurit dan dua unit motor. "Kalau motifnya mereka itu mau tawuran makanya bawa benda-benda itu," kata Jeffry.
Untuk saat ini kelima remaja itu, kata Jeffry masih menjalani pemeriksaan di Polsek Sewon. Sebab, proses hukum tetap akan dilakukan untuk kelima remaja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez menyebut Indonesia sebagai balapan terburuk baginya. Ini alasan Mandalika menjadi kekhawatiran jelang MotoGP Indonesia 2026.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)