Hasil Final Pegadaian Championship PSS vs Garudayaksa: Skor 2-2
Gustavo Tocantins mencetak dua gol identik ke gawang Garudayaksa dan membawa PSS Sleman memaksa laga final berlanjut.
Data riset terkait belanja dengan sistem online dan offline. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Hasil riset terbaru Populix menunjukkan tren belanja secara offline masih cukup tinggi di tengah terus meningkatkan belanja dengan sistem online. Sebanyak 34% masyarakat memilih belanja bahan makanan secara offline atau konvensional dan 46% masyarakat belanja produk fesyen dan kecantikan secara online.
Riset Populix membandingkan preferensi belanja konsumen dalam tiga periode, yaitu sebelum, saat, dan setelah terjadinya pandemi. Sebanyak 54% dari total responden yang aktif berbelanja online dan offline lebih memilih melakukan aktivitas belanja online selama pandemi berlangsung. Setelah pandemi berakhir, 49% di antaranya juga masih lebih sering melakukan aktivitas belanja online.
BACA JUGA : Editage Dukung Peningkatan Reputasi Kampus Jogja Melalui Riset Berkualitas
Berbeda dari persentase aktivitas belanja online yang mengalami sedikit penurunan, konsumen yang lebih memilih aktivitas belanja offline setelah masa pandemi berakhir mengalami kenaikan hingga lebih dari 2 kali lipat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tren belanja online cukup populer, konsumen Indonesia juga masih tetap gemar berbelanja offline.
"Secara umum, konsumen Indonesia telah memiliki preferensi saat melakukan pembelian kategori produk tertentu. Riset ini menemukan bahwa produk fesyen dan kecantikan masing-masing sebanyak 46 persen dibeli secara online. Adapun kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan tercatat 34 persen lebih dominan dibeli secara offline [sistem konvensional]," kata Head of Research Populix Indah Tanip dalam rilisnya Jumat (19/4/2024).
Riset ini juga menyoroti faktor pendorong yang membuat konsumen memilih melakukan pembelian baik secara online maupun offline. Masyarakat lebuh memiliki belanja secara online karena alasan praktis sebanyak 67%, kemudahan membandingkan harga 66%, ketersediaan beragam metode pembayaran 60% dan kemudahan pengembalian barang di angka 25%. Adapun alasan masyarakat memiliki belanja secara offline karea bisa melihat produk secara (77%), tidak ada biaya pengiriman (66%) dan jarak dekat dengan toko (62%).
BACA JUGA : Buruan Submit! BRIN dan LPDP Buka 8 Skema Pendanaan Riset Senilai Total Rp700 Miliar
"Transaksi belanja offline maupun online memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong kemajuan perekonomian di Indonesia. Sinergi antara ritel offline dan online menjadi hal yang penting dalam mengakomodasi kebutuhan konsumen," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gustavo Tocantins mencetak dua gol identik ke gawang Garudayaksa dan membawa PSS Sleman memaksa laga final berlanjut.
Bansos PKH tahap 2 tahun 2026 mulai cair. Cek status penerima PKH lewat situs resmi Kemensos dan aplikasi Cek Bansos.
Inter Milan juara Coppa Italia dan membuat Italia mengirim tujuh wakil ke kompetisi Eropa musim depan, termasuk Atalanta.
Persib Bandung dihukum AFC tanpa penonton selama dua laga dan didenda Rp3,5 miliar akibat kerusuhan di Stadion GBLA.
Air India menghadapi krisis besar jelang rilis laporan akhir kecelakaan AI-171 yang menewaskan 260 orang di Ahmedabad.
20 ucapan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang penuh damai, harapan, dan sukacita untuk dibagikan ke keluarga dan sahabat.